Liputan6.com, Jakarta - Segmen SUV kompak bakal semakin menarik, setelah Nissan memberikan bocoran gambar yang lebih jelas terkait model terbarunya, Tekton. Rencanya, kendaraan ini akan diluncurkan pertama kali di India, sebelum dihadirkan di pasar global lainnya.
Pada dasarnya, Tekton adalah versi modifikasi dari Renault Dacia Duster terbaru, yang juga akan dijual di Negeri Bollywood.
Advertisement
Disitat dari Carscoops, Nissan Tekton akan menggunakan platform yang sama dengan Dacia Duster, yaitu arsitektur CMF-B.
Desain depan Tekton memiliki ciri khas Nissan, dengan lampu LED dengan aksen C-shape dan grille beraksen chrome. Kap mesin dengan lekukan yang tegas terlihat mirip Duster, namun ada tambahan huruf Tekton di kapnya.
Bumper depan dan belakang dibuat lebih agresif, dengan elemen ala aluminium di sekitar intake.
Di bagian samping, bentuk bodi dan jendela hampir sama dengan Duster, tapi Nissan menambahkan detail seperti side gills dan velg alloy baru.
Sementara di belakang, lampu belakangnya (tail lights) memakai grafis LED ala Patrol atau Armada yang terhubung dengan logo merek Nissan.
Soal interior, Nissan menunjukkan sedikit gambaran lewat video teaser, dengan trim bodi dengan kombinasi warna bodi, hitam glossy, dan aksen metal.
Meski tampilan kokpit digital belum diperlihatkan, Nissan mengklaim Tekton akan menawarkan teknologi canggih, dan interior mewah.
Sebagai informasi, Nissan Tekton akan diproduksi di pabrik Nissan-Renault di Chennai, India.
Nissan Kembangkan Teknologi Mobil Otonom Terbaru, Meluncur 2027
Nissan tengah mengembangkan teknologi mobil otonom atau tanpa supir terbaru, sebagai bagian dari upaya membalikkan kondisi bisnisnya yang tengah tertekan. Teknologi ini dijadwalkan siap digunakan pada 2027, dan difokuskan untuk menghadapi tantangan lalu lintas perkotaan yang padat dan dinamis.
Dalam sebuah demonstrasi terbaru, Nissan memperlihatkan kemampuan mobil listrik Ariya yang dilengkapi 11 kamera, lima radar, dan sensor generasi baru bernama LiDAR.
Mobil tersebut mampu melaju di pusat kota Tokyo dengan aman, termasuk berhenti saat lampu merah, memberi jalan kepada pejalan kaki, serta mengantisipasi kendaraan lain di persimpangan.
Dilansir dari JapanToday, sebelumnya, teknologi otonom Nissan hanya dirancang untuk berkendara di jalan tol, di mana marka jalannya lebih jelas dan mudah dikenali sistem.
Namun, versi terbaru dikembangkan agar bisa menavigasi jalanan perkotaan yang lebih kompleks, tidak menentu, dan penuh dengan variabel tak terduga.