Kembangkan Potensi Museum, Menbud Fadli Zon Siap Gandeng Forhati

Fadli mencatat, jumlah museum di Indonesia saat ini berjumlah 454 per September 2025.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 06 Oktober 2025, 16:00 WIB
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon dan Koordinator Presidium Forhati Nasional, Jamilah Abdul Gani (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Forhati Nasional menggelar acara bertajuk Lestari berbudaya, bangga berbahasa: Kiprah Forhati untuk Indonesia. Koordinator Presidium Forhati Nasional, Jamilah Abdul Gani mengatakan acara tersebut diselenggarakan guna memperingati Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia tahun 2025 yang jatuh pada Oktober.

“Kegiatan ini merupakan puncak acara dari serangkaian kegiatan sebelumnya yaitu Lomba Nasional yang meliputi Lomba menulis esai, menulis dan membaca puisi serta membuat video dokumenter,” kata Jamilah melalui keterangan diterima, Senin (6/10/2025).

Hadir dalam acara tersebut, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon untuk menyampaikan Orasi Kebudayaan berisi tentang perkembangan kebudayaan Indonesia, dalam konteks nasional maupun dalam percaturan budaya global terutama yang relevan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dia bertekad, akan terus meningkatkan sumber-sumber ekonomi baru yang berbasis pada kebudayaan.

“Saya melihat potensi museum sebagai lembaga kebudayaan sangat potensial menjadi sumber ekonomi baru,” kata Fadli di hadapan 300 undangan dari berbagai unsur mulai dari pejabat pemerintah, tokoh nasional, para budayawan, dewan juri, senior alumni HMI, para peserta dari Forhati dan Kohati wilayah seluruh Indonesia, utusan ormas perempuan seindonesia serta undangan lainnya.

Fadli mencatat, jumlah museum di Indonesia saat ini berjumlah 454 per September 2025. Data dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tersebut menunjukkan bahwa Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta, masih menjadi wilayah dengan konsentrasi museum terbanyak.

Fadli menegaskan, pihaknya melihat potensi Forhati yang memiliki jaringan yang luas di seluruh Indonesia sangat mungkin diajak membangun kerjasama yang strategis dalam memberdayakan museum sebagai sumber ekonomi baru.

"Saya mempersilakan Ibu Jamilah sebagai pimpinan Forhati untuk bekerja sama memberdayakan museum sebagai pusat-pusat ekonomi baru," ajak Fadli.

 

Bangun Sinergi

Menanggapi tawaran Fadli, Jamilah menyatakan, membangun sinergi budaya bangsa adalah hal baik. Sebab, Forhati bertekad membantu pemerintah melalui berbagai skema kerjasama yang konstruktif.

“Forhati berharap ke depan lebih progresif dan proaktif dalam merespon berbagai dinamika kebangsaan khususnya dalam perkembagan kebudayaan dengan menyuguhkan karya-karya terbaiknya sebagai kontribusi nyata dalam membangun peradaban bangsa,” tutur tegas Jamilah yang juga anggota DPRD Provinsi Jakarta dari Partai Gerindra itu.

Sebagai informasi, pada kesempatan tersebut, Forhati Nasional juga meluncurkan dua buah buku kolaboratif yang berisi kumpulan esai para peserta lomba dengan judul Forhati Untuk Indonesia: Refleksi 80 Tahun Indonesia Merdeka, dan buku antologi puisi berjudul Perempuan Penyulam Doa.

“Buku ini merupakan karya para penulis Forhati dan Kohati dari seluruh wilayah Indonesia yang menyoroti perjalanan kebangsaan dan kemerdekaan Indonesia dari beragam persfektif baik sosial, ekonomi, politik, hukum dan isu-isu keperempuanan,” ungkapnya.

Jamilah optimis, bukunya dapat menjadi legacy yang positif dalam membangun dan merawat karakter dan budaya intelektualitas para kader dan alumni HMI.

“Buku ini dapat menjadi tambahan pilihan referensi suara perempuan Muslimah untk kemajuan negeri. Selanjutnya semoga dapat diimplementasikan menjadi kontribusi nyata dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat", dia menandasi.

Diketahui, hadir dalam acara Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Prof Taruna Ikrar, Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Nannie Hadi Tjahjanto serta peneliti senior BRIN, Prof Siti Zuhro.

Acara dikuti peserta dari 27 provinsi seindonesia, lomba tersebut merupakan sarana untuk menggali potensi para kader dan alumni HMI wati dalam karya intelektual dan daya cipta sastranya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya