Cerita Korban Terpapar Cesium-137 Hingga Harus Konsumsi Obat Warna Hitam 9 Butir Tiap Hari

Eli dan dua rekannya masih rutin mengkonsumsi obat anti radiasi. Sehari, dia harus meminum sembilan butir obat.

oleh Yandhi DeslatamaDiterbitkan 06 Oktober 2025, 16:49 WIB
Korban Terpapar Cesium 137 harus minum obat warna hitam. (Yandhi Deslatama)

Liputan6.com, Jakarta Eli Sanjaya, salah satu korban paparan radioaktif Cesium-137, sudah diperbolehkan pulang setelah dikarantina di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan menjalani pengobatan secara khusus.

Setelah diperbolehkan pulang, Eli kini harus mengkonsumsi obat berwarna hitam, sebanyak 9 butir setiap harinya.

Eli dinyatakan terpapar Cesium-137 usai menjalani pemeriksaan kesehatan awal di Puskesmas Cikande. Karena ada kecurigaan, dia pun dibawa ke laboratorium di wilayah Serpong, Tangerang Selatan, Banten, untuk pemeriksaan lanjutan. 

"Pertama saya dipanggil ke Puskemas Cikande, terus dipanggil ke Serpong di laboratorium, saya di cek badan saya, semua badan diperiksa, masuk ke ruang yang mesin jalan sendiri, terus diambil darah saya," ujar Eli Sanjaya, beberapa waktu saat ditemui di rumahnya, Senin (6/10/2025).

Wajib Minum Obat Warna Hitam

Setelah beberapa hari menjalani pengobatan, Eli diperbolehkan pulang. Eli mengaku tidak lagi merasakan gejala apapun. Warga Kabupaten Serang, Banten itu bersama dua teman lainnya yang ikut memeriksa diri ke laboratorium di Serpong, masih rutin mengkonsumsi obat anti radiasi.

"Pulang dari Tangerang saya dikasih obat anti radiasi, obatnya itu 63 butir, sehari itu 9 butir, selama 3 kali sehari, sampai abis saja itu 63 butir," terangnya.

Saat obat itu sudah habis, tenaga kesehatan dari Puskesmas Cikande mengantarkan kembali obat-obatan yang harus Eli dan dua teman lainnya konsumsi. Mereka tidak tahu sampai kapan harus menenggak obat berwarna hitam itu.

"Selanjutnya kita pengen sehat lah, intinya mah, ini isu radioaktif kan, itu obat juga untuk penangkal kali kan, saya juga enggak tahu," jelasnya.

Kini, dia sudah tidak bekerja, karena pabriknya sudah ditutup akibat paparan radioaktif Cesium 137.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya