Statistik Head-to-Head Juventus vs AC Milan: Keunggulan Tipis Bianconeri, tapi Rossoneri Siap Menyalip

Pertemuan Juventus dan AC Milan selalu menjadi magnet tersendiri di Serie A. Tidak hanya soal gengsi dua klub besar, tetapi juga cerminan kekuatan sepak bola Italia dari masa ke masa.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 05 Oktober 2025, 18:35 WIB
Penyerang AC Milan, Rafael Leao (kanan) berebut bola dengan pemain bertahan Juventus, Nicolo Savona (tengah) saat pertandingan sepak bola Serie A Italia 2024/2025 di stadion San Siro di Milan, pada Sabtu 23 November 2024 waktu setempat atau Minggu 24 November 2024 dini hari Waktu Indonesia Barat. (Isabella BONOTTO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Pertemuan Juventus dan AC Milan selalu menjadi magnet tersendiri di Serie A. Tidak hanya soal gengsi dua klub besar, tetapi juga cerminan kekuatan sepak bola Italia dari masa ke masa.

Menjelang duel teranyar di Allianz Stadium, Turin, Senin (6/10/2025) dini hari WIB, data pertemuan kedua tim kembali menjadi bahan pembicaraan hangat.

Duel antara Bianconeri dan Rossoneri bukan sekadar laga, melainkan bagian dari sejarah panjang Serie A. Siapa pun pemenangnya nanti, kisah persaingan dua klub dengan segudang pemain legendaris ini akan terus hidup dalam ingatan penggemar.


Juventus Sedikit Lebih Unggul dalam Dua Dekade Terakhir

Striker Juventus, Federico Chiesa (kiri) menguasai bola di bawah tekanan bek AC Milan, Malick Thiaw pada laga pekan ke-37 Liga Italia 2022/2023 di Allianz Stadium, Turin, Senin (29/5/2023) dini hari WIB. (LaPresse via AP Photo/Tano Pecoraro)

Sejak tahun 2003, kedua tim sudah bersua sebanyak 72 kali di berbagai ajang resmi. Juventus unggul tipis dengan 31 kemenangan, sementara Milan mengoleksi 21 kemenangan dan 20 laga lainnya berakhir imbang.

Dari sisi produktivitas, Juventus juga mencatatkan hasil lebih baik dengan total 89 gol (rata-rata 1,2 gol per laga). Milan tak terlalu jauh tertinggal dengan 80 gol (rata-rata 1,1 gol per laga). Angka ini menegaskan ketajaman Juve yang sedikit lebih efektif di depan gawang.

Menariknya, pertemuan kedua klub jarang menghadirkan pesta gol. Hanya sekitar 37,5% pertandingan yang menghasilkan skor tinggi, menandakan rapatnya pertahanan dan disiplin taktik kedua tim. Skor imbang tipis justru menjadi hasil yang paling sering muncul di papan skor.


Tren Terkini: Milan Lebih Efisien, Juventus Masih Inkonsisten

Duel ini berlangsun cukup menarik dan sengit. Bahkan, AC Milan harus bermain dengan 10 pemain setelah Malick Thiaw mendapat merah. (AP Photo/Luca Bruno)

Melihat lima pertemuan terakhir, Juventus belum terkalahkan dengan catatan satu kemenangan dan empat kali seri. Mereka mencatat rata-rata 2,4 gol per laga, tetapi juga cukup mudah kebobolan—sekitar 2,2 gol per pertandingan.

Sebaliknya, AC Milan menunjukkan stabilitas yang lebih baik. Dalam lima laga terakhir di semua kompetisi, tim asuhan Stefano Pioli meraih tiga kemenangan dan dua kekalahan, dengan pertahanan solid—hanya kebobolan 0,2 gol per laga.

Statistik tersebut menunjukkan bahwa Rossoneri tampil lebih terorganisasi dan disiplin, sedangkan Juventus lebih berani menyerang namun masih rentan di lini belakang.


Rivalitas yang Tak Pernah Padam

Para pemain AC Milan merayakan kemenangan dalam pertandingan semifinal Supercoppa Italiana antara Juventus dan AC Milan di Taman Al-Awwal di Riyadh, Sabtu dini hari WIB (4-1-2025). (Fayez NURELDINE/AFP)

Dalam sejarah pertemuan mereka, Juventus pernah menang telak 4-0 di Turin, sementara Milan juga sempat membalas dengan skor 3-0 di San Siro. Namun, duel ketat dengan selisih skor tipis tetap menjadi ciri khas rivalitas klasik ini.

Secara keseluruhan, Juventus memang masih unggul secara historis. Namun, melihat perkembangan performa Milan dalam dua musim terakhir, tanda-tanda pergeseran kekuatan mulai terlihat—dan duel kali ini bisa menjadi bukti apakah Rossoneri benar-benar siap menggoyang dominasi Bianconeri.

Sumber: Soccerway


Klasemen Serie A 2025/2026

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya