Operasi Tambang Freeport Grasberg Masih Dihentikan, Pencarian Korban Longsor Berlanjut

Meski operasi Grasberg dihentikan, Freeport pastikan target produksi tetap aman karena masih ada konsentrat yang diproses menjadi katoda dan emas batangan.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 02 Oktober 2025, 18:15 WIB
Tampak sejumlah kendaraan yang menjadi peralatan operasional di Tambang Bawah Tanah DMLZ milik PT Freeport Indonesia di Mimika, Papua. Foto: Nurmayanti/Liputan6.com

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas memastikan bahwa operasional tambang Grasberg Block Cave di Mimika, Papua Tengah, masih dihentikan sementara. Keputusan itu diambil agar perusahaan dapat memusatkan perhatian pada upaya penyelamatan lima karyawan yang masih terjebak akibat longsor.

"Produksi berhenti dari tanggal 8 September sampai dengan hari ini masih berhenti. Kita jadi fokus untuk melakukan penyelamatan dari kelima orang yang masih terperangkap di dalam," ujar Tony dikutip dari Antara, Kamis (2/10/2025).

Meski demikian, Tony menegaskan bahwa target produksi perusahaan tetap tidak terganggu. Hal ini karena PTFI masih bisa mengolah konsentrat yang sudah dihasilkan sebelum 8 September 2025.

"Ini kan sudah berjalan sampai tanggal 8 September kan, produksi kita masih sesuai dengan target. Jadi mulai 8 September itu kita berhenti produksi, tapi masih ada konsentrat yang kemudian diproses, dijadikan katoda, dijadikan emas batangan, masih ada," jelasnya.

 

Pencarian Berlanjut

PT Freeport Indonesia terus melakukan penanaman kembali (revegetasi) sebagai bagian dari proses reklamasi di kawasan tambang terbuka Grasberg yang telah ditutup sejak 2020. Foto: Nurmayanti/Liputan6.com

Tim penyelamat terus berupaya menjangkau titik keberadaan kelima karyawan yang masih terjebak. Sebelumnya, pada Sabtu (20/9/2025), dua dari tujuh orang yang terperangkap ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Menurut Tony, lokasi keberadaan kelima korban telah berhasil dipetakan. Namun, akses menuju titik tersebut sangat sulit ditembus.

"Jadi memang agak sulit untuk masuk menembusnya, jadi mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama lagi, mungkin 4-5 hari lagi kita akan bisa sampai ke lokasi yang diduga mereka berada," jelasnya.

 

Kronologi Longsor

Insiden longsor lumpur bijih basah terjadi di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) Extraction 28-30 Panel, Tembagapura, Kabupaten Mimika, pada Senin (8/9) malam sekitar pukul 22.00 WIT.

Sebagian besar karyawan berhasil dievakuasi, namun tujuh orang sempat terperangkap. Hingga kini, lima di antaranya masih dalam proses pencarian intensif.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya