Insiden Wartawan Dicekik Saat Liput Dapur MBG Berujung Damai, Pelaku Akui Khilaf

Kasus dugaan penganiayaan terhadap wartawan saat melakukan aktifitas peliputan di lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), berujung damai.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 01 Oktober 2025, 20:55 WIB
Kasus dugaan penganiayaan terhadap wartawan saat melakukan aktifitas peliputan di lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), berujung damai. (Foto: Istimewa).

Liputan6.com, Jakarta Kasus dugaan penganiayaan terhadap wartawan saat melakukan aktivitas peliputan di lokasi dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), berujung damai.

Security dapur SPPG yang sempat mencekik dua wartawan akhirnya menyampaikan permohonan maaf, dan berjanji tak akan mengulanginya lagi di kemudian hari.

Mediasi digelar di Polsek Pasar Rebo, Rabu (1/10/2025). Dua wartawan yang jadi korban, Miftahul Munir (Warta Kota) dan Rizki Fahluvi (MNC), dipertemukan dengan pelaku, Salim Husein Mahu (55), penjaga keamanan SPPG Gedong 2.

Salim menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada kedua wartawan itu.

"Saya mengaku khilaf dan bersalah atas kejadian kesalahpahaman di SPPG Gedong 2 pada Selasa, 30 September 2025. Dengan adanya surat ini saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut di kemudian hari," ucap dia kepada wartawan, Rabu (1/10/2025).

 

Bukan Mencari Kesalahan

Sementara itu, Munir mengatakan, ia menerima permohonan maaf dari Salim.

"Saya juga telah memberikan penjelasan terkait tujuan saya datang ke SPPG bukan untuk mencari kesalahan, tapi menelusuri SPPG penyedia MBG atas dugaan siswa SDN 01 Keracunan," ucap dia.

Munir menambahkan, dirinya kasihan melihat pelaku yang sudah berumur. "Tak ingin Pak Salim kehilangan pekerjaan di SPPG, saya menerima permohonan maaf dari beliau dan tak ada rasa dendam apapun," ucap dia

Terpisah, Kapolsek Pasar Rebo AKP I Wayan Wijaya membenarkan, perkara ini telah berakhir damai. "Betul sudah diselesaikan secara restorative justice," tandas dia.

Kepala BGN Sempat Minta Maaf

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Handayani meminta maaf atas insiden yang menimpa wartawan yang diduga dianiaya oleh orang tak dikenal saat melakukan aktivitas peliputan di lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), buntut keracunan yang dialami oleh puluhan siswa SDN 01 Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur. 

"Saya belum dapat laporan resmi, tapi kami minta maaf ya kalau petugas kami melakukan itu," kata dia di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2025).

Dadan menuturkan, bakal melakukan klarifikasi atas insiden diduga penganiayaan yang dialami wartawan media nasional tersebut.

"Tapi kami akan tetap segera klarifikasi kejadian yang sebenarnya, cuma apapun bentuknya kekerasan tidak boleh," ungkap dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya