Liputan6.com, Jakarta - Kazakhstan resmi meluncurkan Alem Crypto Fund, dana aset digital yang didukung pemerintah melalui Kementerian Kecerdasan Buatan dan Pengembangan Digital. Kehadiran dana ini menandai langkah besar negeri Asia Tengah tersebut menuju adopsi institusional cryptocurrency.
Dana yang dikelola Qazaqstan Venture Group ini akan beroperasi di bawah naungan Astana International Financial Centre (AIFC). Menurut para analis, langkah ini merupakan kelanjutan strategi Kazakhstan untuk mengintegrasikan teknologi blockchain dengan tetap menjaga pengawasan regulasi, termasuk setelah pemerintah menutup sejumlah bursa kripto ilegal. Demikian mengutip dari Yahoo Finance, Rabu (1/10/2025).
Advertisement
Akuisisi BNB Sebagai Investasi Perdana
Dalam langkah perdananya, Alem Crypto Fund membeli BNB, token asli Binance Chain. Pembelian ini difasilitasi lewat kemitraan strategis dengan Binance Kazakhstan, entitas lokal berlisensi yang menyediakan layanan kustodian aman sesuai regulasi AIFC.
“Fokus kami adalah membangun instrumen investasi tepercaya di level negara untuk jangka panjang,” ujar Wakil Perdana Menteri Kazakhstan, Zhaslan Madiyev.
Meski nominal alokasi awal tidak diungkap, dana ini diperkirakan akan melakukan diversifikasi secara bertahap dengan menambah token-token utama lainnya. Keberadaan AIFC sebagai rumah hukum dan pusat keuangan internasional dinilai memberi landasan regulasi yang stabil sekaligus meningkatkan kepercayaan investor global.
Mantan CEO Binance, Changpeng “CZ” Zhao, bahkan turut menyoroti langkah tersebut lewat unggahan di X (dulunya Twitter). Ia membagikan foto diskusi pada 2022 sembari menulis, “Kazakhstan buys #BNB for long-term holding.”
Dampak untuk Ekosistem Kripto Kazakhstan
Peluncuran Alem Crypto Fund dinilai bisa memperkuat posisi Kazakhstan sebagai salah satu pusat keuangan kripto di kawasan. Dengan hadirnya instrumen investasi negara, Kazakhstan berpeluang menarik modal institusional sekaligus memberikan model partisipasi pemerintah yang lebih bertanggung jawab di pasar digital.
Selain potensi kenaikan nilai, kepemilikan BNB juga membuka peluang mendapatkan imbal hasil staking serta hak tata kelola jaringan, sehingga memberi keuntungan finansial sekaligus pengaruh strategis.
“Langkah ini membuktikan cadangan negara dan infrastruktur global kripto dapat berjalan beriringan, asalkan tata kelola, lisensi, dan transparansi diprioritaskan,” kata General Manager Binance Kazakhstan, Nurkhat Kushimov.
Dukung Inovasi Keuangan
Ke depan, Alem Crypto Fund diprediksi bisa berkembang menjadi instrumen tabungan nasional, mendukung inovasi keuangan tanpa terjebak pada volatilitas spekulatif. Para analis memperkirakan alokasi akan meluas ke berbagai aset blockchain berpotensi tinggi, dengan pendekatan manajemen risiko yang ketat.
Pasca pengumuman, BNB naik 4,7 persen dalam 24 jam terakhir ke level USD 1.035. Sebelumnya, BNB sempat menyentuh puncak USD 1.076 pada 21 September sebelum turun ke USD 937, namun kini kembali menguat.
Pada periode yang sama, Bitcoin juga menguat 1,9 persen ke USD 114.000, sementara Ethereum naik 2,3 persen dan kembali menembus USD 4.200.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.