Jakarta Berpotensi Dilanda Cuaca Ekstrem, Pramono Perintahkan Wali Kota Bersihkan Selokan

Pramono Anung, mengaku telah memperoleh informasi terkait peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang dapat melanda Jakarta pada 1-3 hari ke depan.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 30 September 2025, 13:53 WIB
Gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ) Pramono Anung bicara soal berbagai macam tantangan perkotaan yang akan selalu berkaitan dengan bencana banjir d Jakarta. (Liputan6.com/Arviola Marchsyalina Syurgandari)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, mengaku telah memperoleh informasi terkait peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang dapat melanda Jakarta pada 1-3 hari ke depan.

Adapun informasi tersebut ia peroleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Oleh karenanya sejumlah persiapan untuk mengantisipasi banjir pun dilakukan.

“Jadi, kami sudah mendapatkan warning dari BMKG mengenai kemungkinan dalam 1, 2 hari ke depan ini akan ada curah hujan ekstrem dan kami sudah mempersiapkan, termasuk pompa yang dimiliki oleh Jakarta,” kata Pramono usai hadir dalam Seminar Nasional dengan Tema Water Governance Towards Global Cities di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (30/9/2025).

Pramono merinci, sebanyak 600 pompa portabel dan 600 pompa statis telah disiagakan. Pramono menyebut bahwa pihaknya juga mewanti-wanti banjir kiriman, jika Jakarta dan wilayah sekitarnya diguyur hujan.

“Sekarang sudah kita standby-kan (pompa). Tetapi, mudah-mudahan, kalau kemudian curah hujan ini hanya di Jakarta, tidak kemudian dari atas, saya yakin akan segera tertangani,” ucap dia.

 

Pembersihan Selokan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai meresmikan Halte Transjakarta Jaga Jakarta, Senen, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025). (Liputan6.com/Winda Nelfira).

“Tapi, mudah-mudahan, curah hujannya tidak di atas 250. Kalau 200 saja pasti,” sambung dia.

Lebih lanjut, Pramono juga menginstruksikan jajaran wali kota di tiap wilayah administrasi Jakarta untuk melakukan pembersihan selokan di wilayah kerjanya masing-masing.

“Dan yang paling penting adalah kami juga sudah meminta kepada para wali kota melalui pasukan pelanginya untuk selokan-selokannya dibersihkan,” ujar Pramono.

 

Pramono Anung Sebut 86 Persen Kebutuhan Air Jakarta Masih Dipasok dari Luar Daerah

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut ketergantungan Jakarta terhadap pasokan air baku dari luar wilayah masih sangat tinggi. Saat ini, 86,9 persen kebutuhan air Jakarta dipenuhi dari luar daerah dan diolah melalui instalasi pengolahan air (IPA) dengan kapasitas 21.000 liter per detik.

Hal ini disampaikan Pramono dalam seminar nasional bertajuk Water Governance Toward Global Cities yang digelar bersama Universitas Pertahanan (Unhan) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (30/9/2025).

“Karena itu, kerja sama antardaerah dan peningkatan infrastruktur menjadi sangat penting,” kata Pramono.

Tantangan Besar Menuju Global City

Pramono menyebut ketergantungan tersebut menjadi tantangan besar dalam upaya Jakarta menuju kota berkelanjutan sekaligus mengejar target sebagai Top 50 Global City. Menurutnya, penyediaan air bersih selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) nomor enam, yakni Air Bersih dan Sanitasi Layak.

“Jakarta sebagai kota yang inklusif dan berkelanjutan tentu terus berupaya meningkatkan capaian air bersih. Saat ini cakupan baru 74,24 persen. Mudah-mudahan tahun depan bisa naik menjadi 85 persen, dan pada akhir 2029 saya sudah menyampaikan kepada Dirut PAM Jaya agar cakupan bisa 100 persen,” jelasnya.

Pramono menyampaikan, untuk mengejar target itu, Pemprov DKI tengah menyiapkan sejumlah proyek strategis percepatan akses air perpipaan.

Infografis Tips Hadapi Cuaca Ekstrem agar Tetap Selamat. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya