Waspada Kebakaran! PLN Ingatkan Pentingnya Peralatan Listrik SNI

Waspada Bahaya Listrik: PLN Jakarta Raya gencarkan sosialisasi di 32 lokasi. Simak imbauan General Manager PLN tentang pentingnya alat ber-SNI dan pengecekan instalasi berkala untuk mencegah kebakaran.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 27 September 2025, 16:00 WIB
Petugas PLN melakukan penyambungan penambahan daya listrik di Jakarta, Rabu (21/6). Menyambut lebaran, PLN memberikan bebas biaya penyambungan untuk rumah ibadah dan potongan 50 persen untuk pengguna selain rumah ibadah. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta - PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya mengajak seluruh warga Ibu Kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran, terutama yang dipicu oleh korsleting listrik.

Solusi utamanya, menurut PLN, adalah penggunaan peralatan listrik berstandar Standar Nasional Indonesia (SNI) dan pemeriksaan instalasi secara berkala.

Sebagai wujud komitmen nyata, PLN Jakarta telah aktif melaksanakan sosialisasi pencegahan kebakaran di 32 lokasi, menyasar area padat penduduk, pasar tradisional, dan fasilitas umum. Tujuannya jelas: membangun budaya penggunaan listrik yang aman dan andal di kalangan masyarakat.

General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin menegaskan bahwa kesadaran masyarakat adalah kunci utama:

“Keselamatan pelanggan adalah prioritas utama kami. Karena itu, PLN terus mendorong masyarakat untuk menggunakan peralatan listrik ber-SNI, memastikan instalasi terpasang dengan benar, dan tidak melakukan sambungan listrik berbahaya. Melalui sosialisasi pencegahan kebakaran di berbagai wilayah, kami berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga risiko kebakaran dapat ditekan seminimal mungkin,” ujar Andy dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/9/2025).

 

Kolaborasi Tiga Pihak: Edukasi dan Kesiapsiagaan Darurat

Dalam Promo Gemerlap Lebaran 2017, PLN memberikan potongan biaya penyambungan tambah daya listrik.

PLN tidak bergerak sendiri. Mereka menjalin kolaborasi erat dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya Dinas Penanggulangan Kebakaran Dan Penyelamatan (Gulkarmat) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta.

Melalui kolaborasi ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan edukasi tentang listrik yang aman, tetapi juga dilatih melalui simulasi penanggulangan kebakaran jika terjadi situasi darurat.

Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD Provinsi DKI Jakarta Mohamad Yohan, menyambut baik inisiatif PLN. Langkah ini sangat strategis dalam mengurangi risiko kebakaran yang berdampak luas pada keselamatan dan ketahanan masyarakat.

"Kolaborasi antara PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan kunci utama untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tanggap terhadap potensi bencana kebakaran akibat korsleting listrik,” ungkap Yohan.

 

Cegah Kebakaran Lebih Baik Dibanding Menanggulangi

Program penggantian menjadi Smart Meter AMI di lingkungan kerja PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya pada tahun 2023 dimulai hari ini di kawasan Teguk Gong, Jakarta Utara, yang merupakan pelanggan PLN UP3 Bandengan. Dok PLN

Senada dengan itu, Muhtasor, S.Pd., MMT, Kepala Seksi Operasi Kebakaran Dinas Gulkarmat Provinsi DKI Jakarta, mengucapkan terima kasih atas kerja sama ini.

"Terima kasih PLN yang sudah peduli untuk menyuarakan pentingnya listrik aman kepada masyarakat. Upaya bersama ini sangat membantu tugas kami di lapangan, karena mencegah kebakaran jauh lebih baik daripada menanggulanginya. Harapannya, semakin banyak warga yang sadar bahwa keselamatan bisa dimulai dari hal sederhana, seperti menggunakan peralatan listrik ber-SNI dan melakukan pengecekan instalasi secara rutin," jelas Muhtasor.

PLN berharap bahwa sinergi antara PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat ini dapat menekan angka kebakaran akibat korsleting listrik secara signifikan, menjadikan Jakarta kota yang lebih aman dan andal.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya