Liputan6.com, Jakarta - Di tengah bursa saham Asia Pasifik yang bervariasi pada perdagangan Kamis, (25/9/2025), indeks Nikkei 225 di Jepang cetak rekor baru.
Indeks Nikkei 225 naik ke posisi 45.754,93, dan mencatat kenaikan dalam enam sesi berturut-turut. Indeks Topix menguat ke level tertinggi baru di 3.185,35. Demikian dikutip dari CNBC, Kamis pekan ini.
Advertisement
Di sisi lain, bursa saham Asia Pasifik beragam pada perdagangan pada Kamis pekan ini. Hal ini berbeda di wall street setelah investor terus menjual saham teknologi seperti Nvidia dan Oracle dalam dua hari berturut-turut.
Saham Nvidia merosot hampir 1%, melanjutkan koreksi sejak Selasa pekan ini. Hal itu karena meningkatnya kekhawatiran tentang sirkular industri artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang berpotensi memicu skeptisisme investor.
Indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,13% ke posisi 26.484,68. Saham Chery naik 11% menjadi 34,16 dolar Hong Kong saat debut di Hong Kong dibandingkan harga penawarannya 30,75 dolar Hong Kong. Kenaikan saham Chery pun berkurang dan ditutup ke posisi 31,92 dolar Hong Kong.
Di sisi lain, saham Xiaomi naik 3,69% setelah meluncurkan serangkaian perangkat dan peralatan baru, termasuk ponsel pintar untuk menyaingi Samsung dari Korea Selatan.
Indeks Saham Utama Lainnya di Asia
Di China, indeks CSI300 naik 0,6% dan ditutup ke posisi 4.593,49. Indeks Kospi Korea Selatan berakhir tepat di bawah garis datar di 3.471,1, sementara Kosdaq berkapitalisasi kecil turun 0,98% dan ditutup pada 852,48.
Perusahaan internet Naver menjadi salah satu pemimpin di Kospi, naik 11,4% setelah mengumumkan investasi ke startup kesehatan GravityLabs pada Kamis pagi.
Taiex Taiwan melemah 0,66%, dengan perusahaan raksasa Taiwan Semiconductor Manufacturing Company turun 1,49%. Hal ini terjadi setelah Bloomberg melaporkan bahwa raksasa chip Intel sedang mencari investasi dari Apple.
Apple sebelumnya menggunakan chip Intel di banyak perangkat komputasi pribadinya, tetapi beralih ke TSMC ketika meluncurkan chip M1 pada 2020. Namun, laporan tersebut menyatakan Apple kemungkinan besar tidak akan beralih kembali ke chip Intel.
S&P/ASX 200 Australia membalikkan kerugian sebelumnya dan naik 0,1%, berakhir di 8.773.
Mengenal Lebih Dekat Indeks Nikkei 225
Nikkei 225, atau Nikkei Stock Average, merupakan salah satu indeks pasar saham paling penting dan dikenal luas di Bursa Efek Tokyo (TSE), Jepang. Indeks ini mengukur kinerja 225 perusahaan publik terkemuka dengan kapitalisasi besar dan likuiditas tinggi dari berbagai sektor industri di Jepang.
Indeks Nikkei 225 pertama kali diterbitkan pada 1949 dan dikelola oleh Nikkei Inc., sebuah perusahaan media keuangan terkemuka. Sejak didirikan pada 1950, indeks ini telah menjadi barometer utama bagi 225 perusahaan top Jepang yang diperdagangkan di Bursa Efek Tokyo, dengan perhitungannya dilakukan setiap lima detik sejak 2017.
Sebagai indeks berbobot harga (price-weighted index), komponen Nikkei 225 ditinjau dua kali setahun untuk memastikan relevansinya. Pada tahun 1970, pengelolaan indeks ini diambil alih oleh surat kabar Nihon Keizai Shimbun (The Nikkei) ketika Bursa Tokyo beralih ke Tokyo Stock Price Index (TOPIX) yang berbobot kapitalisasi pasar. Indeks ini diakui secara global sebagai indikator representatif pasar ekuitas Jepang.
Dinamika Terkini Indeks Nikkei 225
Indeks Nikkei 225 telah menunjukkan kinerja historis yang mengesankan. Pada 15 Februari 2021, indeks ini menembus 30.000, mencapai level tertinggi dalam 30 tahun, didorong oleh stimulus moneter dan program pembelian aset Bank of Japan selama pandemi COVID-19.
Rekor ini terus terlampaui, dengan Nikkei mencapai level tertinggi intraday 39.156,97 pada 22 Februari 2024, melampaui rekor 1989.
Puncaknya, pada 4 Maret 2024, indeks ini bahkan melampaui angka 40.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah, baik secara intraday maupun pada penutupan perdagangan. Pencapaian ini menegaskan kekuatan pasar ekuitas Jepang dalam beberapa tahun terakhir, didukung oleh berbagai faktor ekonomi dan kebijakan.
Pada perdagangan Kamis, 25 September 2025, Indeks Nikkei 225 Jepang memulai sesi mendekati garis datar, namun pada pagi hari pukul 08.21 WIB, indeks ini melemah tipis 0,2% ke 45.539,15. Menariknya, pada penutupan perdagangan Rabu, 24 September 2025, Nikkei 225 justru naik 0,3% dan berakhir di 45.630,31. Pada sore hari 25 September 2025, indeks ini kembali menguat 0,28% ke 45.756,50, menunjukkan volatilitas tetapi dengan kecenderungan penguatan.