Liputan6.com, Jakarta Rencana besar tengah digodok dua raksasa Serie A, Inter Milan dan AC Milan. Kedua klub sepakat untuk merobohkan Stadion San Siro yang legendaris dan menggantinya dengan arena modern yang terinspirasi dari Wembley.
Stadion yang resmi bernama Giuseppe Meazza itu sudah berdiri hampir seabad dan kini dianggap usang serta sulit bersaing dengan standar internasional.
Advertisement
Presiden Inter, Beppe Marotta, menegaskan bahwa San Siro sudah tidak lagi layak menjadi tuan rumah ajang bergengsi seperti final Liga Champions maupun Euro 2032, yang akan diselenggarakan di Italia dan Turki.
Menurutnya, meski San Siro memiliki sejarah panjang dan kenangan emosional bagi kedua klub, realitasnya stadion ini terus membutuhkan perawatan mahal dan tidak lagi mendukung daya saing Milan di kancah Eropa.
San Siro Tiru Wembley
Proyek stadion baru ini akan dibiayai melalui investasi swasta dari kedua klub.
Nantinya, sekitar 91 persen bangunan lama akan dihancurkan untuk memberi ruang bagi arena modern dengan fasilitas terkini, termasuk skybox, area komersial, serta infrastruktur penunjang pariwisata dan lapangan kerja baru.
Marotta mencontohkan bagaimana Wembley di Inggris sukses dibongkar total lalu dibangun ulang pada 2007, dan kini menjadi simbol modernisasi sepak bola.
Alasan Finansial
Selain aspek fasilitas, faktor finansial juga menjadi alasan kuat. Saat ini, pemasukan Inter dan Milan dari San Siro berkisar €80 juta per musim, jauh tertinggal dibanding klub-klub top Eropa yang mampu meraup hingga €300 juta dari stadion modern mereka.
Dengan stadion baru, diharapkan Milan tidak lagi tertinggal dalam persaingan finansial maupun prestasi di panggung Eropa.
Sumber: Football Italia