Liputan6.com, Pacitan - Sempat dinyatakan hilang, anak Miswati berinisial BM (17), akhirnya ditemukan. Polisi Polres Pacitan berhasil menemukan BM setelah dinyatakan hilang usai tragedi berdarah penyerangan brutal yang dilakukan Wawan, di Desa Temon, Kecamatan Arjosari.
Advertisement
Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar, Senin (22/9/2025) mengatakan, BM dalam kondisi selamat, telah diamankan dan kini diperiksa sebagai saksi di Mapolres Pacitan.
"Anaknya sudah ditemukan. Tidak disandera, tidak ditawan. Justru kalau tidak melarikan diri ke hutan kemungkinan ikut jadi korban," ujarnya.
Peristiwa pembunuhan berdarah itu terjadi Sabtu malam (20/9/2025) ketika Wawan mendatangi rumah mantan istrinya, Miswati, dan menyerang keluarga korban dengan senjata tajam.
Tiwi, mantan mertua pelaku, tewas di tempat akibat luka sayatan di leher. Empat orang lain—Miswati, iparnya Eky, dan keponakan Arga—mengalami luka serius dan dirawat di RSUD dr. Darsono.
Menurut Ayub, dugaan sementara motif pelaku adalah sakit hati karena perceraian dan rencana pernikahan kembali sang mantan istri.
"Motif awal masalah keluarga. Masih kami dalami," kata dia.
Polisi bersama warga terus menyisir hutan lebat di sekitar Desa Temon untuk menangkap pelaku. Pencarian sempat terhambat minimnya penerangan dan luasnya area.
"Kami terus bergerak meski medan sulit," katanya.
Tragedi Berdarah
Sebelumnya, Wawan(42), warga Desa Kanyen, Kecamatan Kebonagung, Pacitan, melakukan aksi penyerangan brutal kepada keluarga mantan istrinya. Peristiwa berdarah itu menewaskan Timi (65), ayah dari mantan istri pelaku, Miswati, akibat luka sayatan senjata tajam di leher.
Empat korban lainnya, termasuk mantan istri pelaku Miswati, mengalami luka serius dan dirawat di RSUD dr. Darsono Pacitan.
Menurut keterangan warga, Wawan mendatangi rumah Miswati pada malam hari dan langsung menyerang penghuni rumah dengan senjata tajam.
Usai beraksi, pelaku melarikan diri dan diduga membawa anaknya yang berusia 17 tahun.
Kepala Desa Temon, Jamiatin, menyebut aksi keji itu dipicu persoalan rumah tangga.
"Pelaku sakit hati karena mantan istrinya menolak rujuk dan berencana menikah lagi,” katanya.