Perusahaan Tambang Emas asal China Ini Bakal Raup Dana IPO Terbesar di Dunia

Jika di Indonesia, Merdeka Gold Resources diperkirakan menjadi IPO terbesar, unit perusahaan tambang emas China ini akan raup dana IPO terbesar di dunia pada 2025.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 20 September 2025, 10:04 WIB
Seorang wanita berjalan melewati sebuah indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Liputan6.com, Jakarta - Penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) perusahaan tambang asal China Zijin Gold International Co disebut akan menjadi terbesar di dunia sejak Mei. Perseroan akan meraup dana 25 miliar dolar Hong Kong atau USD 3,2 miliar dalam IPO. Jumlah itu setara Rp 53,24 triliun (asumsi dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.639).

Unit perusahaan tambang terkemuka China  ini menawarkan sekitar 349 juta lembar saham dengan harga 71,59 dolar Hong Kong per lembar, dengan perdagangan dijadwalkan dimulai pada 29 September, menurut dokumen pencatatan.

Investor menunjukkan minat yang cukup besar untuk membeli semua saham yang dijual segera setelah perusahaan mulai menerima pesanan, menurut sumber yang mengetahui masalah ini. Demikian seperti dikutip dari Yahoo Finance, Sabtu (20/9/2025).

Produsen emas ini memasuki pasar di saat harga logam mulia melanjutkan kenaikannya. Harga emas tersebut memecahkan rekor baru minggu ini. Hal ini memberikan angin segar bagi para penambang untuk mengumpulkan dana guna ekspansi lebih lanjut atau melunasi utang.

 

Produksi Tumbuh Lebih Cepat

Seorang pria melihat layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Berdasarkan harga tersebut, sahamnya terlihat relatif murah dibandingkan dengan perusahaan pertambangan lainnya, menurut seorang analis.

“Secara spesifik, nilai yang dibayarkan investor untuk cadangan emas Zijin sekitar 20% lebih rendah daripada rata-rata penambang global besar, dan 26% lebih rendah daripada rata-rata penambang menengah, ujar Michelle Leung dari Bloomberg Intelligence dalam sebuah catatan.

Induk perusahaannya, Zijin Mining Group Co., adalah salah satu produsen emas terbesar di dunia, dengan tambang yang membentang dari Asia Tengah hingga Afrika dan Amerika Latin.

Zijin Gold memiliki rekam jejak dalam mengidentifikasi tambang berpotensi tinggi dan mengamankannya dengan biaya rendah, disebutkan Bloomberg Intelligence. Perusahaan tersebut menyatakan dalam prospektus IPO-nya produksinya tumbuh lebih cepat daripada pesaing besar lainnya.

Minat Perusahaan Tambang Emas untuk IPO

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore ditutup naik mengikuti penguatan mayoritas bursa saham kawasan Asia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sementara itu, harga emas telah meningkat lebih dari dua kali lipat selama tiga tahun terakhir, dan baru-baru ini melampaui rekor yang disesuaikan dengan inflasi pada 1980.

Setelah mencapai rekor baru di atas USD 3.700 minggu ini, logam mulia ini diperkirakan memiliki lebih banyak ruang untuk menguat karena pembelian oleh bank sentral dan ancaman terhadap independensi Federal Reserve.

Reli ini telah meningkatkan minat terhadap perusahaan tambang emas global, mendorong gelombang produsen emas untuk menggalang dana di luar negeri. Salah satunya adalah PT Merdeka Gold Resources TBK, yang akan meraup lebih dari USD 280 juta atau Rp 4,65 triliun dalam IPO yang akan menjadi yang terbesar di Indonesia tahun ini.

IPO Zijin Bakal Jadi Terbesar di Dunia

Seorang wanita berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Pencatatan saham Zijin Gold diperkirakan menjadi yang terbesar secara global sejak penawaran umum perdana saham (IPO) raksasa baterai Tiongkok, Contemporary Amperex Technology Co. Ltd., yang berhasil meraup lebih dari USD 5 miliar atau Rp 83,12 triliun.

Dana kekayaan negara Singapura GIC Pte, Hillhouse Investment, BlackRock Inc., Fidelity International Ltd., dan Millennium Management LLC termasuk di antara lebih dari dua lusin investor utama, seperti yang dilaporkan oleh Bloomberg sebelumnya.

Para pembeli ini, yang mendapatkan alokasi IPO dengan imbalan memegang saham setidaknya selama enam bulan, setuju untuk membeli sekitar setengah dari kesepakatan tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya