Liputan6.com, Jakarta - Keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga acuan pada September 2025 ke kisaran 3,50–3,75% ternyata tidak membawa dampak besar pada pasar kripto. Alih-alih melonjak, harga aset digital justru bergerak lesu dengan reaksi pasar yang relatif tenang.
Padahal, secara historis, kebijakan pelonggaran moneter sering kali dikaitkan dengan kenaikan harga aset berisiko, termasuk kripto. Namun kali ini, respons pasar berbeda. Bitcoin dan sebagian besar altcoin utama tidak menunjukkan perubahan signifikan, sementara hanya beberapa token berisiko tinggi yang sempat mengalami volatilitas.
Advertisement
“Kami mengantisipasi adanya hubungan positif antara pemangkasan suku bunga dan harga Bitcoin. Namun, reaksi pasar kali ini belum terlalu kuat,” ujar CEO BlackRock Larry Fink dikutip dari coinmarketcap, Jumat (19/9/2025).
Seperti diketahui, the Fed memangkas suku bunga acuan 25 basis poin (bps) atau 0,25% pada Rabu, 17 September 2025 waktu setempat.
Selain itu, bank sentral Amerika Serikat akan kembali memangkas suku bunga dua kali pada 2025. Hal ini seiring meningkatnya kekhawatiran di bank sentral mengenai kesehatan pasar tenaga kerja.
Investor Bersikap Hati-Hati
Pasca keputusan The Fed, pergerakan pasar kripto tetap moderat. Investor institusional besar, termasuk manajer aset dan perusahaan pertambangan, tidak menunjukkan langkah agresif. Data on-chain pun terpantau stabil, mencerminkan sikap hati-hati para pelaku pasar di tengah ketidakpastian makro.
Hal ini berbeda jauh dengan respons pasar saat pandemi 2020, ketika pemangkasan suku bunga besar-besaran mendorong harga Bitcoin melesat dari sekitar USD 4.000 ke hampir USD 30.000 berkat likuiditas global yang membanjir.
Butuh Sinyal Lebih Kuat untuk Reli Kripto
Menurut analis, meskipun kebijakan suku bunga rendah biasanya mendorong minat risiko, situasi saat ini jauh lebih kompleks. Inflasi yang belum terkendali, kondisi global yang tidak pasti, serta aktivitas on-chain yang stabil membuat reli kripto sulit terjadi dalam waktu dekat.
Dengan kata lain, pasar masih menunggu sinyal bullish yang lebih kuat sebelum reli besar-besaran bisa dimulai.