Waspada Hoaks Berkedok Bantuan dari Kementerian, Simak Daftarnya Biar Tak Rugi

Masyarakat perlu waspada terhadap berbagai hoaks program bantuan yang mencatut kementerian. Penipuan ini seringkali meminta data pribadi dan menjanjikan iming-iming fantastis yang tidak pernah ada.

oleh Pebrianto Eko WicaksonoDiterbitkan 18 September 2025, 15:00 WIB
Penelusuran klaim link pendaftaran untuk mendapat bantuan hewan ternak sapi dari Kementan

Liputan6.com, Jakarta- Berbagai modus penipuan daring semakin marak, salah satunya adalah hoaks program bantuan yang mencatut kementerian atau lembaga pemerintah. Informasi palsu ini kerap beredar melalui media sosial dan pesan berantai, menjanjikan iming-iming bantuan finansial hingga kesempatan kemitraan yang menggiurkan. Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati dan tidak mudah percaya pada tawaran yang tidak masuk akal.

Penyebaran hoaks bantuan ini bertujuan untuk mengelabui korban agar memberikan data pribadi atau bahkan melakukan transfer dana. Kementerian terkait, seperti Kementerian Agama, Kementerian Sosial, hingga Kemnaker telah berulang kali mengeluarkan bantahan resmi. Mereka menegaskan bahwa program-program bantuan yang disebarkan melalui kanal tidak resmi tersebut adalah penipuan.

Cek Fakta Liputan6.com telah menelusuri berbagai klaim hoaks program bantuan yang mencatut berbagai kementerian ini. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa informasi tersebut tidak benar dan merupakan upaya pihak tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan.

Penting bagi masyarakat untuk selalu memverifikasi setiap informasi yang diterima melalui kanal resmi pemerintah, agar terhindari dari hoaks berkedok bantuan dari sejumlah kementerian, simak daftar berikut ini.

Link Pendaftaran Bantuan Hewan Ternak Sapi dari Kementan

 Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran untuk mendapat bantuan hewan ternak sapi dari Kementan, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 10 September 2025.

Klaim link pendaftaran untuk mendapat bantuan hewan ternak sapi dari Kementan berupa tulisan sebagai berikut.

"Direktorat jenderal peternakan dan kesehatan hewan (kementan RI) membagikan bantuan dan modal usaha untuk seluruh masyarakat Indonesia di mana pun berada.

Adapun bantuan dan modal usaha yang dibagikan yaitu :

PEMBAGIAN HEWAN TERNAK SAPI UNTUK WARGA YANG BERADA DI PEDESAAN DI WILAYAH INDONESIA PAKAN HEWAN DAN BEBERAPA ALAT PETERNAKAN

Catatan: GRATIS TIDAK DI PUNGUT BIAYA APAPUN (BERLAKU UNTUK SELURUH WILAYAH INDONESIA) Jika Ingin daftar Silahkan Langsung klik :"

Unggahan tersebut mencantumkan menu daftar, jika diklik muncul link sebagai berikut.

"https://mendaftardisini.aqbiir.com/?fbclid=IwY2xjawM0p_tleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFQSGs5S2tMMkM5aWZNNlFZAR58QcZS9T8w0ifUwU3rpxhRHa_XvoByawDkn1eZNDv6tIZhQXSUbiypV5IjLw_aem_-0JhraFlkzj4dR2syQ9sjg"

Link tersebut mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital yang meminta sejumlah identitas pribadi seperti nama lengkap dan nomor Telegram.

Benarkah klaim link pendaftaran untuk mendapat bantuan hewan ternak sapi dari Kementan? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.....

Pendaftaran Bantuan Non-Muslim Rp 250 Juta hingga Rp 1 Miliar dari Bimas Kristen Kemenag dengan Daftar Melalui WhatsApp

Beredar di media sosial postingan cara pendaftaran untuk mendapatkan bantuan non-muslim sebesar Rp 250 juta hingga Rp 1 miliar dari Ditjen Bimas Kristen Kemenag. Postingan itu beredar sejak awal pekan ini.

Salah satu akun ada yang mempostingnya di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 9 September 2025.

Dalam postingannya terdapat video dari Dirjen Bimas Kristen Kemenag, Jeane Marie Tulung berbicara terkait pendaftaran untuk mendapatkan bantuan non-muslim.

Akun itu menambahkan narasi:

"Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen (Ditjen Bimas Kristen) Kementerian Agama (Kemenag) telah menyalurkan bantuan Dana untuk masyarakat non muslim sebesar Rp250 juta - 1 milyar hingga semester pertama 2025. Bantuan ini bertujuan untuk menunjang operasional untuk masyarakat non muslim dan gereja, termasuk pengembangan dan manajemen administrasi operasional di berbagai wilayah.

Bantuan tersebut disalurkan kepada umat non muslim dan gereja, tapekong.pura dan lainnya yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau. Inisiatif ini merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah dalam mendukung kebebasan beragama di seluruh Indonesia."

Dalam kolom komentar juga terdapat arahan untuk menghubungi nomor WhatsApp tertentu untuk mendapatkan bantuan tersebut.

Lalu benarkah postingan cara pendaftaran untuk mendapatkan bantuan non-muslim sebesar Rp 250 juta hingga Rp 1 miliar dari Ditjen Bimas Kristen Kemenag? Simak dalam artikel berikut ini...

 

Link Cek Status Penerima BSU Kemnaker 2025

Beredar postingan klaim link untuk mengecek status penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) Kemnaker 2025. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 9 September 2025.

Klaim tautan untuk mengecek status penerima BSU 2025, berupa tulisan sebagai berikut:

"BSU KEMNAKER 2025 SUDAH DIBUKA!

💸 Dapatkan bantuan langsung sebesar Rp600.000!

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan kembali menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi pekerja/buruh yang memenuhi syarat.

📌 Cek sekarang dan pastikan kamu terdaftar!"

Dalam unggahan yang menyertakan foto Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, turut menyertakan tulisan berikut:

"BSU 2025

KEMENTERIAN kETENAGAKERJAAN MENYALURKAN BANTUAN SUBSIDI UPAH SENILAI RP 600.000

CEK STATUS ANDA UNTUK PENERIMAAN BANTUAN SUBSIDI UPAH (BSU)"

Ketika link "daftar" dibuka, mengarah pada pada halaman situs yang menampilkan formulir digital dan meminta data pribadi seperti nama lengkap dan nomor telegram.

Benarkah klaim link untuk mengecek status penerima BSU Kemnaker 2025? Simak simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.....

 

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya