Satu-satunya Korban Selamat dalam Kecelakaan Jatuhnya Pesawat Air India Tak Bisa Pulang ke Rumahnya

Keluarga korban selamat satu-satunya dalam kecelakaan pesawat Air India Juli 2025 lalu sempat terbang ke India untuk mendampinginya memulihkan diri, tapi mereka kini telah kembali ke Inggris.

oleh Dinny MutiahDiterbitkan 18 September 2025, 02:00 WIB
Sebuah tangkapan layar rekaman video yang diambil dan dirilis oleh Saluran Youtube Narendra Modi pada 13 Juni 2025 menunjukkan Perdana Menteri India Narendra Modi (kiri) bertemu dengan Vishwash Kumar Ramesh, satu-satunya yang selamat dari kecelakaan penerbangan Air India 171, di sebuah rumah sakit di Ahmedabad. (Narendra Modi Youtube Channel/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Kabar terbaru datang dari satu-satunya korban selamat pesawat Air India jatuh pada Juni 2025. Vishwash Kumar Ramesh (40) dikabarkan tidak akan bisa kembali ke rumahnya di Inggris.

Mengutip news.com.au, Rabu (17/9/2025), kecelakaan tragis yang menewaskan 260 orang, termasuk saudaranya, Ajay, disebut telah meninggalkan trauma mendalam. Menurut keluarganya, ia kini sangat ketakutan naik pesawat hingga menjalani konseling.

Istrinya, Hiral, dan putranya yang berusia empat tahun terbang ke India untuk membantunya memulihkan diri, tapi mereka sudah kembali ke Inggris. Menurut ipar pria yang berprofesi sebagai pengusaha itu, istri dan anak Vishwash bahkan tidak yakin pria itu akan bisa berkumpul kembali dengan mereka di London maupun di rumah keluarga mereka di Leicester.

"Saya pikir ia akan tinggal di sana karena ia terlalu takut untuk naik pesawat lagi," kata ipar pengusaha itu pada Mail on Sunday. Sosok Vishwash jadi sorotan setelah jadi penyintaskecelakaan pesawat Boeing 787 yang jatuh dan menabrak rumah sakit beberapa detik setelah meninggalkan Ahmedabad, India.

Korban Kecelakaan Pesawat Air India

Perdana Menteri India Narendra Modi juga sempat mengunjungi satu-satunya korban selamat dari jatuhnya pesawat berjenis Boeing 787-8 Dreamliner milik Air India itu. Tampak dalam sebuah tangkapan layar rekaman video yang diambil dan dirilis oleh Saluran Youtube Narendra Modi pada 13 Juni 2025 menunjukkan Perdana Menteri India Narendra Modi (kiri) bertemu dengan Vishwash Kumar Ramesh, satu-satunya yang selamat dari kecelakaan penerbangan Air India 171, di sebuah rumah sakit di Ahmedabad. (Narendra Modi Youtube Channel/AFP)

Saat itu, ia berhasil membebaskan diri dari kursinya di 11 A dengan luka di wajah dan dada. Total ada 241 penumpang yang tewas, 52 orang di antaranya adalah warga negara Inggris. Sebanyak 19 korban tewas lainnya adalah mereka yang berada di darat.

Kejadian ini terjadi setelah kerabat penumpang yang jenazahnya tertukar atau "hilang" setelah kecelakaan mengatakan bahwa mereka telah "ditinggalkan" otoritas India dan Kementerian Luar Negeri. Setidaknya ada dua kasus salah identitas yang telah terungkap, dengan satu keluarga terpaksa membatalkan pemakaman setelah diberi tahu bahwa peti mati itu berisi jenazah yang tidak dikenal.

Keluarga Ashok Patel (74) dan istrinya, Shobhana (71), serta Fiongal Greenlaw-Meek (39) dan suaminya, Jamie (45) mendesak Menteri Luar Negeri Yvette Cooper untuk menyelidiki kecelakaan itu lewat sebuah surat.

 

Hasil Penyelidikan Awal

Sebelumnya, pada Kamis 12 Juni 2025, sebuah Pesawat Air India jatuh tidak lama setelah lepas landas di dekat Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel, Ahmedabad, India. (Punit PARANJPE/AFP)

Laporan sementara yang dirilis Cabang Investigasi Kecelakaan Udara India pada Juli 2025 mengungkap, sakelar kontrol bahan bakar pesawat dipindahkan ke posisi 'cut off' beberapa detik setelah lepas landas, yang menyebabkan mesin mati. Salah satu pilot terdengar bertanya pada pilot lainnya mengapa ia memutus pasokan bahan bakar pada perekam suara pesawat.

Tapi, pilot tersebut menjawab bahwa ia tidak melakukannya. Sebuah firma hukum AS kini mengklaim kegagalan listrik setelah kebocoran air sebagai penyebab kecelakaan, alih-alih kesalahan pilot.

Mike Andrews, dari Beasley Allen, mengklaim, hanya beberapa bulan sebelum bencana, Badan Penerbangan Federal AS (FAA) menyoroti laporan kebocoran air pada pesawat 787 akibat pemasangan sambungan pipa air yang tidak tepat dan kebocoran air ke dalam ruang peralatan elektronik. Vishwash juga menceritakan bagaimana lampu di kabin berkedip-kedip, mengindikasikan masalah kelistrikan.

Tindakan Otoritas India Usai Kecelakaan

Hingga Jumat 13 Juni 2025, setidaknya 265 orang tewas menjadi korban kecelakaan pesawat Air India yang akan menuju London itu. Angka itu diperoleh dari penggabungan jumlah korban antara 241 penumpang yang tewas dan korban meninggal di daratan. (Punit PARANJPE/AFP)

Kecelakaan yang menimpa pesawat Air India 171 yang berangkat dari Bandar Udara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel di Ahmedabad, India, menuju London itu merupakan salah satu insiden penerbangan terburuk secara global dalam hampir satu dekade terakhir.

Menyusul kecelakaan itu, otoritas penerbangan India memerintahkan maskapai-maskapai di negara itu memeriksa sakelar pengendali bahan bakar pada pesawat-pesawat Boeing, menyusul laporan bahwa komponen tersebut diduga terlibat dalam kecelakaan pesawat Air India yang tragis.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DGCA) menjelaskan bahwa perintah ini diterbitkan seiring dengan sejumlah maskapai, baik di India maupun di luar negeri, yang lebih dulu memeriksanya secara mandiri. Kebijakan ini muncul di tengah pernyataan Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) pada Senin, 14 Juli 2025, yang menyebut bahwa sakelar pengendali bahan bakar pada pesawat-pesawat Boeing dinilai aman.

Infografis 7 Insiden Fatal Pesawat Boeing. (Liputan6.com/Putri Astrian Surahman)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya