PCO: Paket Ekonomi 8+4+5 Jadi Jawaban Tuntutan Masyarakat, Termasuk Ojol

Pemerintah resmi meluncurkan paket ekonomi 8+4+5 yang fokus pada lapangan kerja, perlindungan gig worker, dan penguatan daya beli masyarakat.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 16 September 2025, 15:15 WIB
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto umumkan pemerintah membuka program magang bagi lulusan baru atau fresh graduate. (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Liputan6.com, Jakarta - Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) menegaskan bahwa paket stimulus ekonomi 2025 yang terdiri dari 8 program akselerasi, 4 program lanjutan, serta 5 program penyerapan tenaga kerja (Paket Ekonomi 8+4+5) akan berdampak langsung pada ketersediaan lapangan kerja, peningkatan daya beli, dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Tenaga Ahli Utama PCO, Fithra Faisal, mengatakan paket stimulus ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat, terutama terkait penyediaan lapangan kerja berkualitas sekaligus perlindungan bagi pekerja lepas tanpa kontrak kerja (gig worker).

“Terutama ojol (pengemudi ojek online) yang kemarin mendapatkan concern yang lumayan besar dari Presiden,” ujar Fithra dikutip dari Antara, Selasa (16/9/2025).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers, Senin (15/9), mengumumkan salah satu stimulus utama berupa diskon 50% iuran BPJS Ketenagakerjaan (Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian) untuk pengemudi ojek online, sopir, kurir, hingga pekerja logistik.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan program magang bagi 20 ribu lulusan baru dengan uang saku Rp3,3 juta per bulan, serta program padat karya tunai di bawah Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum.

 

Menjaga Daya Beli

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto umumkan pemerintah membuka program magang bagi lulusan baru atau fresh graduate. (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Tak hanya itu, program unggulan Presiden Prabowo Subianto seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ditargetkan menyerap lebih dari 1 juta tenaga kerja, sementara Kampung Nelayan Merah Putih diproyeksikan membuka 200 ribu lapangan kerja baru.

“Semua itu difokuskan pada bagaimana pemerintah menjawab tantangan penyediaan lapangan kerja berkualitas, serta memberi jaminan keselamatan kerja bagi gig worker,” jelas Fithra.

Stimulus ini juga diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai kebijakan, antara lain penyaluran 10 kg beras selama dua bulan bagi 18,3 juta keluarga penerima manfaat dan insentif PPh 21 ditanggung pemerintah bagi pekerja sektor pariwisata.

“Kalau masyarakat diberikan bantuan sosial, otomatis akan mengurangi beban pengeluaran mereka. Subsidi iuran juga mengurangi biaya, sehingga berdampak pada daya beli,” tutur Fithra.

 

Jaga di Atas 5,12 Persen

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto umumkan pemerintah membuka program magang bagi lulusan baru atau fresh graduate. (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Menurutnya, padat karya tunai yang digulirkan pemerintah juga akan langsung menambah penghasilan masyarakat. “Itu kan langsung ada proyeknya, menciptakan lapangan kerja, dan otomatis meningkatkan daya beli,” tegasnya.

Paket ekonomi 8+4+5 ditargetkan menopang pertumbuhan ekonomi 5,2% di akhir 2025. Fithra optimistis insentif ini mampu mendorong ekonomi Indonesia lebih kuat.

“Seperti yang kemarin terjadi di kuartal II, pertumbuhan ekonomi kita masih bisa dijaga di atas 5,12 persen, salah satunya karena stimulus yang fokus pada disposable income,” pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya