Gubernur NTT Pastikan Penuhi Kebutuhan Mendasar Korban Banjir Bandang, Bantuan Darurat Terus Digencarkan

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena memastikan penanganan cepat bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Nagekeo, pulau Flores.

oleh Ola KedaDiperbarui 11 September 2025, 23:08 WIB
Warga memeriksa kerusakan di desa yang terkena banjir di Ile Ape, di Pulau Lembata, provinsi Nusa Tenggara Timur, Minggu (4/5/2021). Cuaca ekstrem yang mengakibatkan banjir bandang disertai hujan lebat dan angin kencang menerjang sejumlah kawasan di NTT dan NTB. (AP Photo/Ricko Wawo)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena memastikan penanganan cepat bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Nagekeo, pulau Flores.

Bencana ini menyebabkan beberapa daerah yang mengalami dampak signifikan meliputi Kabupaten Nagekeo, Ende bagian selatan, hingga Manggarai Timur.

“Sejak hari pertama dan kedua, saya terus memantau situasi di lapangan. Bahkan Bupati Nagekeo dan dua anggota DPR juga hadir langsung melihat kondisi warga. Saya juga sudah berkoordinasi dengan pimpinan BNPB di Jakarta agar segera mengirim helikopter. Puji Tuhan, sejak hari ketiga BNPB pusat sudah turun ke lokasi,” kata Melki, Kamis (11/9/2025).

Pemerintah provinsi bersama BNPB, Dinas PUPR, Dinas Sosial, dan BPBD NTT menggerakkan bantuan darurat untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak. Melki menekankan prioritas utama saat ini adalah pemenuhan logistik, air bersih, dan layanan kesehatan.

“Yang penting sekarang kita pastikan dahulu semua korban bisa makan, minum, dan mendapatkan air bersih. Setelah situasi darurat teratasi, kita masuk ke tahap berikutnya, yaitu rehabilitasi dan rekonstruksi,” tegasnya.

Melki juga memastikan jalur transportasi utama di Flores masih aman dan bisa dilalui, sehingga distribusi bantuan tetap berjalan.

 

Penanganan Bencana

Kondisi banjir bandang di sungai Theodai 1 dan 2 di Desa Sawu, Kabupaten Nagekeo, NTT (Liputan6.com/Ola Keda)

Ia menambahkan, penanganan bencana akan disinergikan dengan agenda pembangunan infrastruktur, termasuk perbaikan akses jalan nasional yang menjadi jalur vital.

“Kami ingin pastikan masyarakat kembali beraktivitas normal, anak-anak bisa kembali sekolah, dan kebutuhan mendesak mereka terpenuhi. Setelah itu baru kita pikirkan langkah pemulihan jangka menengah dan panjang,” pungkasnya.

Untuk membantu pencarian, petugas juga memanfaatkan drone thermal milik Kantor SAR Maumere untuk pemantauan korban hilang dari udara.

Menurut Fathur, penggunaan drone thermal sangat membantu pencarian di medan sulit akibat kerusakan parah pasca banjir bandang.

 

Kondisi Area Terdampak

“Kondisi area terdampak sangat rusak, banyak material kayu, lumpur, dan bebatuan besar yang menyulitkan tim di lapangan. Karena itu, dukungan teknologi seperti drone thermal kami manfaatkan untuk memperluas jangkauan pencarian dan mempercepat proses menemukan korban,” jelasnya.

Meski menghadapi medan berat, Tim SAR Gabungan tetap berkomitmen melanjutkan operasi sampai seluruh korban ditemukan.

“Kami tidak akan berhenti sampai korban terakhir ditemukan. Koordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat terus kami lakukan demi mempercepat pencarian,” tegasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya