Saham Oracle Melonjak 35,95%, Catat Kinerja Terbaik sejak 1992

Saham Oracle mencetak rekor kenaikan 35,95% % pada Rabu, 10 September 2025, menjadi hari terbaiknya sejak 1992. Berikut ulasannya

oleh Agustina MelaniDiperbarui 11 September 2025, 17:10 WIB
Oracle mengumumkan investasi senilai USD 6,5 miliar untuk membuka wilayah cloud publik di Malaysia. (Dok: Oracle)

Liputan6.com, Jakarta - Permintaan cloud menjadi katalis positif untuk harga saham Oracle. Dalam satu hari saja, harga saham Oracle melompat 35,95% pada Rabu, 10 September 2025 waktu setempat.

Kenaikan harga saham Oracle tercatat sebagai rekor tertinggi sepanjang masa dan kinerja terbaik sejak 1992. Oracle mencatat kapitalisasi pasar USD 244 miliar atau Rp 4.020 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.478) dan kini berada di posisi USD 922 miliar atau sekitar Rp 15.186 triliun.

Di sisi lain, pada Selasa, Perseroan mengatakan memiliki sisa kewajiban USD 455 miliar atau Rp 7.493 triliun, naik 359% dari tahun sebelumnya. Demikian mengutip dari CNBC, Kamis (11/9/2025).

“Ini adalah pencapain yang sangat bersejarah dari Oracle dengan tumpukan utang ini,” ujar Kepala Riset Melius Research, Ben Reitzes kepada CNBC.

Oracle telah menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dari ledakan kecerdasan buatan berkat bisnis infrastruktur cloud-nya dan akses ke unit pemrosesan grafis (GPU) Nvidia, yang keduanya dibutuhkan untuk menjalankan beban kerja besar. Namun. Persaingannya ketat dan Oracle bersaing ketat dengan penyedia cloud lain seperti Microsoft, Amazon dan Google untuk mendapatkan pelanggan.

 

Kekayaan Larry Ellison Melonjak

Lalu, peringkat tujuh, ada Larry Elison yang merupakan pendiri dan pimpinan perusahaan teknologi Oracle dengan aset kekayaan sebesar 53,2 miliar dolar amerika, atau sekitar 692 triliun rupiah. (GERARD JULIEN / AFP)

Pendiri Oracle, Larry Ellison menambahkan USD 100 miliar atau Rp 1.646 triliun ke kekayaan pada Rabu pekan ini. Bloomberg melaporkan ia telah melampaui CEO Tesla Elon Musk sebagai orang terkaya di dunia.

Forbes masih menempatkan Musk di atas Ellison dalam daftar orang terkaya yang belum diperbarui sejak Selasa waktu sempat.

Oracle perkirakan pendapatan infrastruktur fiskal sebesar USD 18 miliar atau Rp 296,46 triliun pada 2026. Perseroan prediksi rata-rata tahunan pendapatan akan mencapai USD 32 miliar, USD 73 miliar, USD 114 miliar dan USD 144 miliar dalam empat tahun berikutnya.

Analis terkejut dengan Oracle. Kepada CNBC, Gil Luria dari D.A Davidson menyebutkan sangat mengejutkan. Kejutan itu sebagai hal penting dalam perdagangan saham terkait kecerdasan buatan.

Analis Deutsche Bank menyebut Oracle luar biasa. Perseroan telah menekankan posisinya sebagai pemimpin dalam infrastruktur artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Kinerja Oracle

Ilustrasi wall street (Photo by Robb Miller on Unsplash)

Proyeksi pendapatan cloud Oracle membayangi laporan keuangan kuartal pertama fiskal yang kurang memuaskan, di mana perusahaan gagal memenuhi ekspektasi pendapatan dan laba bersih.

Perusahaan mencatat laba yang disesuaikan sebesar USD 1,47 per saham untuk kuartal tersebut, tepat di bawah USD 1,48 per saham yang diperkirakan oleh analis yang disurvei oleh LSEG. Pendapatan untuk kuartal pertama mencapai USD 14,93 miliar, meleset dari perkiraan sebesar USD 15,04 miliar.

Kinerja Wall Street

Dalam file foto 11 Mei 2007 ini, tanda Wall Street dipasang di dekat fasad terbungkus bendera dari Bursa Efek New York. (Richard Drew/AP Photo)

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street kompak melesat. Indeks S&P 500 mencatat level tertinggi baru pada Rabu, 10 September 2025 setelah pembacanaan harga grosir menurun secara tak terduga.

Hal ini menjadi perkembangan menggembirakan bagi investor yang ingin penurunan suku bunga the Federal Reserve (the Fed). Suku bunga the Fed turun dinilai akan mendorong perekonomian.

Mengutip CNBC, Kamis (11/9/2025), indeks S&P 500 ditutup naik 0,3% menjadi 6.532,04, rekor penutupan untuk indeks tersebut. Indeks S&P 500 sempat naik sekitar 0,7% pada puncaknya di level 6.555,97. Kenaikan itu mendorong indeks cetak rekor tertinggi intraday baru.

Nasdaq Composite naik tipis 0,03% dan ditutup di level 21.886,06, juga mencatat rekor penutupan tertinggi setelah mencapai rekor tertinggi intraday sebelum melemah pada sore hari. Dow Jones Industrial Average turun 220,42 poin, atau 0,48%, dan berakhir di level 45.490,92, terbebani oleh penurunan saham Apple karena pengumuman iPhone terbaru gagal mengesankan investor.

Pada akhir sesi, sebagian besar saham alami kenaikan. Saham Oracle dan saham-saham yang terkait dengan kecerdasan buatan mencatat kenaikan terbesar. Di sisi lain terdapat lebih banyak saham yang merugi di S&P 500 daripada yang menguat.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya