Indo Tambangraya Megah (ITMG) Beberkan Alasan Beli Saham NICE

Masuknya Indo Tambangraya Megah (ITMG) ke sektor nikel merupakan strategi jangka panjang perusahaan.

oleh Gagas Yoga PratomoDiperbarui 10 September 2025, 19:40 WIB
Hauling road atau jalan angkut PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) (Foto: Indo Tambangraya Megah)

Liputan6.com, Jakarta - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menjelaskan alasan perusahaan memutuskan membeli saham tambang nikel PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE). Langkah ini disebut sebagai bagian dari transformasi perusahaan menuju pertambangan mineral kritis.

Direktur Utama ITMG, Mulianto, mengatakan masuknya ITMG ke sektor nikel merupakan strategi jangka panjang perusahaan.

“Karena kita mau memastikan bahwa kita bisa merealisasikan apa yang menjadi rencana kita bertransformasi ke depan. Dalam hal memasuki pertambangan yang berkaitan dengan critical mineral. Dan nikel adalah salah satu critical mineral yang kita tuju,” ujar Mulianto dalam konferensi pers Pubex Live 2025, Rabu (10/9/2025).

Ia menambahkan, pemilihan AKP sebagai mitra strategis tidak lepas dari pertimbangan fundamental perusahaan di antaranya dari sisi produksi, dari cadangan nikel maupun kesiapan infrastruktur.

Perseroan juga melihat dari beberapa hal lain seperti kepatuhan, potensi pertumbuhan ke jangka panjang ke depan.

“Kami melihat bahwa ini adalah pemain domestik yang menjadikan dan mempunyai jejak operasional yang solid,” katanya.

Menurut Mulianto, akuisisi 9,62 persen saham AKP menjadi langkah awal ITMG untuk memasuki ekosistem industri nikel. Ia menilai langkah ini akan menjadi batu loncatan untuk memperluas kolaborasi serta memperkuat pengalaman perusahaan di sektor nikel.

Indo Tambangraya Megah Sebar Dividen Final Rp 2.245 per Saham, Catat Jadwalnya

Ilustrasi PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) (Dok: Indo Tambangraya Megah)

Sebelumnya, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) akan membagikan dividen final Rp 2.245 per saham. Dividen yang dibagikan itu setara USD 153,12 juta.

Perseroan telah mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk membagikan dividen itu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 9 April 2025.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (13/4/2025), PT Indo Tambangraya Megah Tbk membagikan dividen dengan mempertimbangkan data keuangan per 31 Desember 2024. Hal itu antara lain laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar USD 374,11 juta, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar USD 1,48 juta dan total ekuitas sebesar USD 1,93 juta.

Sebelumnya Perseroan telah membagikan dividen interim 2024 sebesar 1.2228 per saham atau sekitar USD 90,04 juta. Dengan demikian, total dividen yang dibagikan Perseroan mencapai Rp 3.473 per saham atau senilai USD 243,17 juta.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 11 April 2025, harga saham ITMG naik tipis 0,54 persen ke posisi Rp 23.400 per saham. Harga saham ITMG dibuka stagnan di posisi Rp 23.275 per saham. Saham ITMG berada di level tertinggi Rp 23.500 dan level terendah Rp 23.150 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.383 kali dengan volume perdagangan 12.456 saham. Nilai transaksi Rp 29,1 miliar.

Jadwal pembagian dividen:

  • Tanggal efektif pada 9 April 2025
  • Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 17 April 2025
  • Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 21 April 2025
  • Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 22 April 2025
  • Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 23 April 2025
  • Tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen tunai pada 22 April 2025, waktu 16:00
  • Tanggal pembayaran dividen pada 7 Mei 2025
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya