Ancelotti Dituding Untungkan Real Madrid, Barcelona Murka soal Kasus Raphinha

Barcelona kecewa pada Carlo Ancelotti yang dianggap lebih melindungi pemain Real Madrid ketimbang Raphinha di Timnas Brasil.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 09 September 2025, 14:37 WIB
Eksekusi penalti Raphinha pada menit ke-38 membuka keunggulan Brasil atas Peru. (NELSON ALMEIDA/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Carlo Ancelotti kembali jadi sorotan, kali ini bukan karena hasil di lapangan, melainkan keputusannya di Timnas Brasil.

Dari Barcelona, muncul kekecewaan besar terhadap perlakuan berbeda yang mereka nilai menguntungkan Real Madrid. Situasi ini memicu ketegangan baru antara kubu Catalan dengan mantan pelatih Los Blancos.

Brasil sudah memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 sejak bulan Juni lalu, ditambah kemenangan telak 3-0 atas Chile di laga terakhir. Namun, menjelang duel kontra Bolivia, Ancelotti dianggap tidak adil dalam mengelola beban fisik para pemain. Perbedaan perlakuan itu menyalakan amarah di Camp Nou.

Di satu sisi, bintang Real Madrid seperti Vinicius Junior, Rodrygo Goes, dan Eder Militao diberi kesempatan tetap berada di Spanyol untuk beristirahat. Sebaliknya, Raphinha, satu-satunya wakil Barcelona di skuad, justru berpotensi kembali dimainkan meski kondisi pertandingan dinilai berisiko.


Raphinha Dipaksa Main di Kondisi Berat

Kemenangan Barca diwarnai tiga gol dari Raphinha (menit 7), Ferran Torres (menit 23), dan Lamine Yamal yang menyegel hasil di penghujung pertandingan. (AP Photo/Joan Mateu Parra)

Dalam laga melawan Chile, Raphinha dipercaya menjadi starter sebelum akhirnya digantikan Richarlison di menit akhir.

Meski sudah tampil penuh intensitas, namanya kembali masuk radar sebagai kandidat starter saat Brasil bertandang ke Bolivia. Hal ini jadi sorotan karena laga dimainkan di El Alto, stadion yang berada di ketinggian lebih dari 4.000 meter.

Kondisi ekstrem itu dipandang berbahaya bagi kebugaran pemain, apalagi hanya berselang empat hari dari laga sebelumnya. Barcelona khawatir winger mereka akan mengalami cedera atau kelelahan berat, terlebih ia dibutuhkan untuk laga-laga penting di level klub.

Kekhawatiran semakin besar karena duel kontra Bolivia tidak punya arti penting bagi Brasil yang sudah lolos. Meski begitu, Ancelotti tetap mempertimbangkan opsi untuk memainkan sang pemain.


Barcelona Tuding Ancelotti Untungkan Madrid

Pelatih Brasil Carlo Ancelotti memimpin sesi latihan menjelang pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Ekuador. Latihan ini digelar di Sao Paulo, Brasil, pada Selasa, 3 Juni 2025. (AP Photo/Andre Penner)

Menurut laporan Sport, manajemen Barcelona menilai perlakuan ini jelas menunjukkan keberpihakan.

Pemain Madrid bisa pulih dengan tenang, sementara Raphinha justru dihadapkan pada risiko tinggi tanpa urgensi kompetitif. Situasi ini membuat suasana panas antara klub Catalan dengan pelatih asal Reggiolo.

Pihak Barcelona bahkan menganggap keputusan Ancelotti sebagai bentuk provokasi terselubung. Mereka menilai Carletto secara tidak langsung menguntungkan mantan klubnya dengan menjaga kondisi para pemain Los Blancos.

Meski belum ada keputusan resmi soal starter, isu ini memperlihatkan bahwa setiap langkah Ancelotti bersama Brasil kini akan dipantau ketat. Bagi Barcelona, satu keputusan keliru saja bisa memengaruhi langsung kondisi tim mereka di La Liga.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya