Analisis Pengamat soal Reshuffle Kabinet Merah Putih: Pergantian pada Nama yang Sering Didesak Diganti

Direktur Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan bersuara perihal Reshuffle Kabinet perdana yang dilakukan Senin 8 September 2025.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiperbarui 09 September 2025, 11:35 WIB
Presiden Prabowo resmi melantik sejumlah nama sebagai menteri di kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan bersuara perihal Reshuffle Kabinet perdana yang dilakukan Senin 8 September 2025.

Menurut dia, keputusan diambil Presiden Prabowo Subianto cukup mengagetkan, karena dilakukan secara senyap.

"Reshuffle tiba-tiba, tanpa didahului oleh kabar dan isu yang berseleweran di publik. Namun itu merupakan hak prerogatif Presiden," ujar Iwan melalui pesan tertulis, Selasa (9/9/2025).

Dia mencatat, pergantian sejumlah menteri menyasar kepada nama-nama yang sering didesak oleh publik untuk diganti.

Contoh, kata Iwan, Menteri Keuangan atau Menkeu Sri Mulyani yang sejauh ini banyak didesak oleh publik untuk diganti, karena kinerjanya dinilai buruk.

"Penerimaan pajak negara gagal mencapai target, dan kemudian kurangnya kreativitas dalam memaksimalkan penerimaan negara, dan salah satu penyebab demonstrasi ricuh di DPR beberapa waktu lalu," tutur Iwan.

Dia mengatakan, nama berikutnya adalah Menteri Koperasi Budi Arie yang sudah sering dan banyak sekali mendapat desakan untuk mundur dan diganti oleh Presiden Prabowo. Apalagi, lanjut Iwan, Budi Arie beberapa kali disebut dalam kasus Judi Online waktu menjadi Menteri Komdigi.

"Saya juga sering berpendapat bahwa Budi Arie ini sebaiknya memang diganti oleh Presiden, karena bisa menjadi sumber masalah. Apalagi dia itu diberikan tanggung jawab untuk menangani langsung Koperasi Merah Putih yang akan mengelola uang negara ratusan triliun rupiah. Budi Arie dipertanyakan oleh publik terkait integritasnya," catat dia.

Berikutnya, lanjut Iwan, Menteri Abdul Kadir Karding, Iwan menyoroti yang bersangkutan sering melakukan blunder dan menjadi polemik dan perhatian publik, seperti pernyataanya yang kontroversial menanggapi #kaburajadulu.

"Bahkan paling baru adalah bermain domino dengan eks tersangka pembalakan liar. Kinerjanya juga tidak bagus-bagus amat," nilai Iwan.

 

Nama Pengganti Menteri

Presiden Prabowo lantik menteri baru kabinet merah putih. (Liputan6.com)

Meski begitu, Iwan mengakui nama yang cukup mengagetkan adalah pergantian Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo yang tak terlalu banyak riak-riak. Namun, kata dia, mungkin Presiden Prabowo dan partai koalisi punya pertimbangan tersendiri.

"Kemudian terkait Menkopolkam Budi Gunawan. Sejak demo besar di DPR itu, Budi tidak muncul kedepan menangani keamanan saat itu. Yang muncul justru Menteri Pertahanan Syafrie Syamsudin," terang Iwan.

Dia memandang, jika dilihat secara garis besar, Presiden Prabowo memang konsen dan memberi perhatian terhadap isu ekonomi, terutama terkait pendapatan negara dan persoalan politik, hukum dan keamanan terutama pasca demo besar Agustus kemarin.

"Yang menarik, Dari reshuffle ini juga tergambar bahwa menteri-menteri yang terafiliasi dengan mantan Presiden Joko Widodo 'digusur' sedikit-demi sedikit. Apakah ada kaitannya dengan isu Geng Solo? Hanya Presiden Prabowo sendiri yang bisa memastikan itu. Namun, publik mulai bisa membaca arah dan pemetaan politik Prabowo ke depan seperti apa," yakin Iwan.

Terlepas dari isu Solo, Iwan meyakini besar harapan publik dengan Menteri yang dipilih sebagai pengganti bisa lebih profesional dan lebih berprestasi.

"Yang lebih penting juga bisa menjaga etika, punya kemampuan komunikasi yang baik, dan berintegritas," Iwan menutup.

 

Daftar Lengkap Reshuffle Kabinet Merah Putih Jilid I

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto (tengah depan) bersama dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berfoto bersama dengan para menteri Kabinet Merah Putih yang baru saja dilantik di Istana Merdeka, Jakarta, Senin 21 Oktober 2024. (AP Photo/Achmad Ibrahim)

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih jilid I. Sejumlah nama menteri terkena reshuffle.

Ada nama-nama baru yang masuk dalam kabinet. Presiden Prabowo Subianto langsung melakukan pelantikan terhadap para menteri baru.

Prabowo kemudian memandu pembacaan sumpah jabatan bagi para menteri.

"Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," demikian bunyi sumpah jabatan tersebut.

Berikut nama menteri yang dicopot dari jabatannya:

Menkopolkam Budi Gunawan

Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo

Menteri Keuangan Sri Mulyani

Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi

Menteri P2MI Abdul Kadir Karding

Nama menteri baru yang dilantik Prabowo Subianto:

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/ Kepala BPMI Mukhtarudin

Menteri Koperasi Ferry Juliantono

Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak

Infografis 5 Menteri Terkaya di Kabinet Prabowo-Gibran. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya