Aktivitas Geologi Menurun, Status Gunung Bur Ni Telong Aceh jadi Normal

Hasil pengamatan tanggal 1-7 September 2025, kegempaan Gunung Bur Ni Telong teramati mengalami penurunan dan hanya terekam 6 kali gempa vulkanik dalam (VA).

oleh Arie NugrahaDiperbarui 09 September 2025, 09:57 WIB
Tangkap layar peta kawasan rawan bencana Gunung Bur Ni Telong (Dok: PVMBG Badan Geologi)

Liputan6.com, Jakarta Status Gunung Bur Ni Telong di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh kini kembali normal. Penurunan status seiring menurunnya berbagai aktivitas geologi di gunung tersebut.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid menjelaskan tingkat aktivitas Bur Ni Telong diturunkan dari Level II (Waspada) menjadi Level I (Normal) terhitung sejak tanggal 8 September 2025 pukul 09.00 WIB.

"Rekomendasi kepada masyarakat dan pengunjung atau pendaki tidak bermalam di area kawah serta tidak berada di daerah fumarola atau solfatara pada saat cuaca mendung atau hujan karena konsentrasi gas dapat membahayakan kehidupan," kata Wafid dalam keterangannya ditulis Bandung, Selasa (9/9/2025).

Aktivitas Kegempaan Menurun

Wafid menambahkan, hasil pengamatan tanggal 1-7 September 2025, kegempaan Gunung Bur Ni Telong teramati mengalami penurunan dan hanya terekam 6 kali gempa vulkanik dalam (VA). Gempa itu menunjukan adanya pergerakan magma dari dasar gunung.

Pengamatan visual menunjukkan aktivitas kawah yang tergolong rendah di mana embusan asap kawah tidak teramati.

"Hal ini mengindikasikan terjadi penurunan tekanan dan aktivitas magma tidak menerus ke permukaan sehingga tidak terjadi pelepasan gas atau peningkatan suhu kawah," terang Wafid.

Mengenal Gunung Api Tipe Strato

Sebelumnya, pengamatan kegempaan pada bulan Agustus 2025 menunjukkan terjadi peningkatan gempa VA pada tanggal 12 - 13 Agustus 2025 mencapai 30 kali, serta tanggal 21 – 22 Agustus 2025 yang mencapai 24 kali. Namun peningkatan tersebut hingga tidak diikuti oleh peningkatan gempa vulkanik dangkal (VB).

Gunung api Bur Ni Telong merupakan gunung api tipe strato dengan ketinggian puncak 2.624 m di atas permukaan laut (dpl) dan pada posisi koordinat 96o 49’ 16” BT dan 4o 46’ 10” LU. Secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.

Gunung api strato ini berbentuk kerucut. Berikut cirinya :

- Terbentuk akibat erupsi yang berganti-ganti antara efusif dan eksplosif, sehingga memperlihatkan batuan beku yang berlapis-lapis pada dinding kawahnya.- Mengalami letusan yang berkali-kali, dengan dapur magma yang dalam dan viskositas serta kekentalan magma tinggi.

Contoh gunung api tipe strato selain Bur Ni Telong adalah Gunung Merapi, Gunung Tangkuban Perahu atau secara umum sebagian besar gunung api di Indonesia memiliki bentuk strato atau kerucut.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya