PM Jepang Shigeru Ishiba Sampaikan Keinginan Mundur, LDP Percepat Pemilihan Ketua Partai

Ishiba dijadwalkan memberikan keterangan resmi dalam konferensi pers pada Minggu malam.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 07 September 2025, 15:02 WIB
Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba menghadapi pertentangan yang semakin besar dari dalam Partai Demokrat Liberal atas janjinya untuk tetap berkuasa (Dok. AFP).

Liputan6.com, Tokyo - Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba menyatakan niatnya untuk mundur pada Minggu (7/9/2025), menyusul meningkatnya tekanan dari internal partainya setelah mengalami kekalahan bersejarah dalam pemilu majelis tinggi Juli lalu.

Kabar ini dilaporkan stasiun televisi publik NHK, dikutip dari laman AP News, Minggu (7/9).

Shigeru Ishiba, yang baru menjabat sejak Oktober lalu, selama lebih dari sebulan menolak tuntutan lawan-lawan politiknya di dalam tubuh Partai Demokrat Liberal (LDP), terutama dari faksi berhaluan kanan. Namun, desakan untuk bertanggung jawab atas kekalahan elektoral membuatnya akhirnya memilih mundur.

Keputusan tersebut muncul sehari sebelum LDP dijadwalkan menggelar pemungutan suara untuk mempercepat pemilihan ketua partai — langkah yang dipandang sebagai bentuk mosi tidak percaya terhadap kepemimpinannya.

Ishiba dijadwalkan memberikan keterangan resmi dalam konferensi pers pada Minggu malam.

Menurut NHK, Ishiba mengambil keputusan ini untuk mencegah partainya semakin terpecah.

Dalam pemilu Juli, koalisi berkuasa yang dipimpinnya gagal mempertahankan mayoritas di majelis tinggi beranggotakan 248 kursi. Kekalahan itu mengguncang stabilitas pemerintahannya yang memang sudah rapuh.

 

Mengapa Mengundurkan Diri?

Shigeru Ishiba terpilih sebagai Ketua Partai Demokrat Liberal (LDP), membuka jalan baginya untuk menggantikan Fumio Kishida sebagai perdana menteri Jepang. (Dok. AP Photo/Hiro Komae, Pool)

Keputusan mundur Ishiba disebut dipengaruhi pertemuannya pada Sabtu dengan Menteri Pertanian Shinjiro Koizumi serta mentornya, mantan PM Yoshihide Suga, yang menyarankan agar ia angkat kaki sebelum pemungutan suara partai pada Senin.

Sebelumnya, Ishiba berkukuh ingin bertahan dengan alasan Jepang tengah menghadapi tantangan besar, mulai dari tarif dagang Amerika Serikat dan dampaknya terhadap perekonomian, inflasi, reformasi kebijakan beras, hingga meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan.

Namun, sejak LDP merilis laporan evaluasi kekalahan pemilu pekan lalu yang menyerukan “perombakan total” partai, suara-suara yang mendesak pengunduran diri Ishiba atau pemilihan kepemimpinan lebih awal semakin menguat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya