Ratusan Pekerja Korea Selatan Ditangkap di Pabrik Hyundai AS, Seoul Siapkan Respons

Total 475 pekerja ditahan, termasuk lebih dari 300 warga Korea Selatan.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 07 September 2025, 10:12 WIB
Presiden AS Donald Trump bersama dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung di Ruang Oval Gedung Putih pada 25 Agustus 2025 (Dok. AFP/Mandel Ngan).

Liputan6.com, Seoul - Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung pada Sabtu (6/9/2025) memerintahkan langkah darurat.

Hal ini terjadi untuk menanggapi penangkapan ratusan warga negaranya dalam penggerebekan imigrasi di pabrik aki mobil milik Hyundai Motor di Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun menyebut pemerintah telah membentuk tim khusus untuk menangani kasus ini. Lebih dari 300 warga Korea dilaporkan ditangkap dalam operasi imigrasi di fasilitas Hyundai di negara bagian Georgia pada Kamis lalu.

Cho bahkan membuka kemungkinan terbang ke Washington D.C untuk bertemu langsung dengan pejabat AS jika situasi mendesak.

"Saya sangat prihatin dan merasa bertanggung jawab atas penangkapan warga negara kita," kata Cho dalam rapat darurat kabinet, dikutip dari laman Japan Today, Minggu (7/9/2025).

Penggerebekan itu melibatkan helikopter dan kendaraan lapis baja, menjadikannya operasi tunggal terbesar yang pernah dilakukan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS. Total 475 pekerja ditahan, termasuk lebih dari 300 warga Korea Selatan.

Sebuah video yang dirilis oleh Otoritas Imigrasi AS menunjukkan para pekerja Asia diborgol di pergelangan tangan, pinggang, dan kaki sebelum digiring ke bus.

Dalam rekaman lain, terlihat ratusan pekerja berbaris di depan gedung pabrik, sebagian mengenakan rompi kuning dengan tulisan "Hyundai" dan "LG CNS." Dua orang pekerja sempat berusaha bersembunyi di kolam, namun akhirnya ditangkap.

 

Investigasi Keamanan

Ilustrasi bendera negara Korea Selatan. (Photo by Daniel Bernard on Unsplash)

Steven N. Schrank, agen khusus yang memimpin investigasi keamanan dalam negeri di Georgia dan Alabama, menegaskan operasi ini menjadi peringatan keras.

"Kami menyambut semua perusahaan yang berinvestasi di AS. Jika mereka membutuhkan tenaga kerja, itu sah-sah saja, tetapi harus dilakukan dengan cara yang legal. Operasi ini mengirim pesan jelas bahwa pihak yang mengeksploitasi sistem akan dimintai pertanggungjawaban," ujarnya.

Kasus ini dikhawatirkan semakin memperkeruh hubungan antara Seoul dan pemerintahan Donald Trump. Kedua negara selama ini merupakan sekutu dekat, namun belakangan berselisih soal detail kesepakatan dagang yang mencakup investasi Korea Selatan senilai 350 miliar dolar AS di Amerika Serikat.

Hyundai Motor menyatakan akan menyelidiki pemasok dan subkontraktornya guna memastikan kepatuhan terhadap peraturan imigrasi.

Sementara itu, LG Energy Solution — yang menjadi mitra Hyundai dalam membangun pabrik tersebut — mengonfirmasi bahwa 47 karyawan mereka dan sekitar 250 pekerja kontraktor ditahan. Perusahaan itu telah memanggil pulang staf dari perjalanan bisnis di AS dan menangguhkan perjalanan dinas ke Amerika, kecuali untuk pertemuan penting dengan pelanggan.

Hasil Utama KTT Korea Utara-Korea Selatan adalah Perang Korea Berakhir (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya