Mampukah Bitcoin Patahkan Red September? Analis Beri Sinyal Positif

Meskipun sejarah mencatat September sebagai bulan koreksi bagi Bitcoin, pergerakan harga terbaru dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed memunculkan harapan akan pergerakan bullish.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 06 September 2025, 06:00 WIB
Level psikologis USD 100.000 memang menjadi area yang banyak dikhawatirkan pelaku pasar. Namun, dukungan dari momentum makro dan semakin besarnya arus dana institusi melalui ETF Bitcoin spot bisa memperkuat narasi bullish. Ilustrasi Bitcoin (iStockPhoto)

Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan kekuatannya dengan menembus level USD 112.000 atau sekitar Rp 1,84 miliar (estimasi kurs Rp 16.442 per USD) pada hari Rabu 3 September 2025 malam. Pergerakan positif ini terjadi di tengah meningkatnya optimisme pasar menjelang keputusan suku bunga The Fed yang dijadwalkan pada 17 September mendatang.

Berdasarkan data CoinMarketCap, Bitcoin sempat menyentuh USD 112.500 usai pembukaan Wall Street, sebelum bergerak stabil di kisaran USD 112.067. Aksi harga ini membuat BTC mempertahankan posisinya dalam dukungan bullish.

Meskipun pergerakan Bitcoin terlihat positif, bulan September secara historis dikenal sebagai periode yang menekan harga kripto terbesar di dunia ini. Sejak 2013, Bitcoin mencatat penurunan pada delapan dari 12 periode September dengan rata-rata return minus 3,8%. Fenomena ini sering dijuluki Red September.

Namun, pola historis tidak selalu berulang. Dalam dua tahun terakhir, Bitcoin justru mampu menutup September di zona hijau, termasuk capaian terbaik sepanjang sejarah pada 2024 dengan kenaikan 7,29%. Hal ini menimbulkan harapan bahwa tren negatif musiman bisa kembali dipatahkan pada 2025.

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menilai bahwa meskipun Red September membayangi, faktor makroekonomi tahun ini berpotensi mengubah arah pasar.

“Bitcoin saat ini sedang menguji support kuat di kisaran USD 105.000-110.000. Jika area ini mampubertahan, risiko jatuh ke bawah USD 100.000 relatif kecil," kata dia. 

"Sebaliknya, peluang rebound cukup terbuka, terutama dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed yang mencapai probabilitas 87% menurut CME FedWatch,” Tambah Fyqieh.

 

 Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Target USD 120.000 Masuk Akal?

Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (ParStud/depositphotos.com)

Ia menambahkan bahwa kebijakan moneter yang lebih longgar biasanya melemahkan dolar AS dan mendorong aliran likuiditas global ke aset berisiko, termasuk kripto.

Level psikologis USD 100.000 memang menjadi area yang banyak dikhawatirkan pelaku pasar. Namun, dukungan dari momentum makro dan semakin besarnya arus dana institusi melalui ETF Bitcoin spot bisa memperkuat narasi bullish.

"Kami melihat target USD 115.000 hingga USD 120.000 di akhir September tetap realistis,” kata dia.

Menurut Fyqieh, ada beberapa faktor yang akan menjadi penentu arah harga Bitcoin pada bulan ini. Pertama, keputusan The Fed terkait suku bunga.

Jika benar-benar dipangkas, hal itu dapat menjadi katalis besar untuk mendorong harga kripto. Kedua, meningkatnya arus modal akibat melemahnya dolar AS yang berpotensi memberi napas segar bagi pasar kripto melalui likuiditas global.

 

Tren Institusional

Ilustrasi Bitcoin (iStockPhoto)

Faktor lain yang juga penting adalah tren institusional. ETF Bitcoin spot yang semakin aktif diperdagangkan menunjukkan minat investor institusi yang terus bertumbuh.

Selain itu, tekanan musiman “September effect” memang masih membayangi, namun tren rebound pasca-koreksi di Agustus bisa menjadi fondasi pergerakan positif.

Optimisme pasar juga diperkuat dengan emas yang berhasil menembus rekor tertinggi sepanjang masa, sehingga mempertegas posisi Bitcoin sebagai aset lindung nilai makro.

Saat ini, BTC tidak lagi sekadar dipandang sebagai aset spekulatif, tetapi juga sebagai alternatif penyimpan nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Secara keseluruhan, meskipun pasar saat ini bergerak sideways dan penuh kehati-hatian, kami melihat prospek Bitcoin di September 2025 tidak sepenuhnya bearish. Justru ada peluang besar untuk mematahkan kutukan ‘Red September’ untuk tahun ketiga berturut-turut,” tutup Fyqieh.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya