Aksi Langka, Pria di China Proyeksikan Slogan Anti-Komunis ke Gedung Pencakar Langit

Aksi tersebut terjadi pada 29 Agustus di kawasan Xijie, Kota Universitas, Chongqing. Slogan-slogan raksasa terlihat terpampang di dinding gedung pencakar langit.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 04 September 2025, 17:04 WIB
Penampil berpakaian seperti petugas penyelamat berkumpul di sekitar bendera Partai Komunis selama pertunjukan gala menjelang peringatan 100 tahun berdirinya Partai Komunis China di Beijing, China, 28 Juni 2021. Partai Komunis China akan merayakan HUT ke-100 pada 1 Juli 2021. (AP Photo/Ng Han Guan)

Liputan6.com, Beijing - Seorang pria asal Chongqing, China, melakukan aksi protes langka dengan memproyeksikan slogan-slogan anti-Komunis ke gedung pencakar langit. Aksi tersebut berlangsung hanya beberapa hari sebelum parade militer besar digelar di Beijing.

Pria bernama Qi Hong, 43 tahun, mengaku telah menyiapkan proyektor dan kamera pengawas di sebuah kamar hotel pada Agustus lalu. Ia kemudian meninggalkan China bersama istri serta dua putrinya sebelum aksi berlangsung, dikutip dari laman Hindustan Times, Kamis (4/9/2025).

Dalam wawancara dengan The New York Times, Hong mengatakan perangkat itu ia operasikan dari jarak jauh setelah tiba di Inggris. Kamera pengawas di kamar hotel bahkan merekam momen ketika polisi menyerbu ruangan untuk menyita alat proyektor.

Slogan Anti-Komunis Diproyeksikan

Aksi tersebut terjadi pada 29 Agustus di kawasan Xijie, Kota Universitas, Chongqing. Slogan-slogan raksasa terlihat terpampang di dinding gedung pencakar langit, antara lain:

"Hanya tanpa Partai Komunis dapat ada China baru"

"Hancurkan fasisme merah, gulingkan tirani Komunis"

"Bangkitlah, orang-orang yang menolak menjadi budak, bangkitlah dan lawan untuk merebut kembali hak-hakmu."

Proyeksi berlangsung sekitar 50 menit sebelum akhirnya ditemukan aparat. Rekaman dan foto-foto kejadian itu diunggah oleh pembangkang luar negeri, Li Ying, di platform X (dulu Twitter). Salah satu video yang memperlihatkan aksi tersebut sudah ditonton hingga 18 juta kali.

 

Terinspirasi Aksi 2022

Warga mengibarkan bendera China saat kendaraan militer yang membawa Dongfeng-41 atau DF-41 melintas dalam parade militer di Beijing, 1 Oktober 2019. Rudal balistik antarbenua DF-41 menjadi sorotan pengamat dan ahli persenjataan dunia karena disebut dapat menjangkau wilayah AS. (AP/Mark Schiefelbein)

Hong mengatakan, tindakannya terinspirasi dari protes spanduk yang dilakukan di Beijing pada 2022, menjelang Kongres Partai Komunis. Ia menyebut pengalaman panjangnya sebagai pekerja migran di China selatan membuatnya sering mengalami penahanan dan intimidasi dari aparat.

Setelah itu, Hong pindah ke Beijing dan menjalankan bisnis e-commerce kecil-kecilan. Namun, ia tetap merasa tertekan dan akhirnya memilih meninggalkan negara asalnya.

Hong juga mengungkapkan bahwa pasca-aksi tersebut, pihak berwenang mengancam keluarganya yang masih tinggal di China, termasuk ibu dan saudara laki-lakinya.

Infografis Titik-Titik Demo 29 Agustus 2025. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya