Liputan6.com, Jakarta - Tragedi menimpa gerbong kereta funikular Gloria yang ikonis di Lisboa, Portugal, setelah tergelincir dan terbalik. Setidaknya 15 orang tewas dan 18 lainnya terluka akibat kejadian tersebut.
Melansir BBC, Kamis (4/9/2025), layanan darurat mengatakan warga negara asing termasuk di antara mereka yang tewas, meskipun kewarganegaraan mereka belum dapat dikonfirmasi. Otoritas layanan medis darurat Portugal menerangkan bahwa lima dari 13 korban yang terluka berada dalam kondisi serius, sementara 13 orang lainnya, termasuk seorang anak, terluka ringan.
Advertisement
Beberapa orang sebelumnya dilaporkan terjebak di lokasi kejadian. Mereka semua telah dibebaskan, kata pihak berwenang. Belum jelas berapa banyak orang yang berada di dalam kereta funikular tersebut pada saat kecelakaan, yang terjadi di dekat Avenida da Liberdade sekitar pukul 18.05 waktu setempat, pada Rabu, 3 September 2025.
Presiden Portugal Marcelo Rebelo de Sousa menyampaikan "simpati dan solidaritasnya kepada keluarga yang terdampak tragedi ini". Wali Kota Lisboa, Carlos Moedas, mengatakan ibu kota "berduka", dan menambahkan bahwa ini adalah "momen tragis bagi kota".
Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, juga berbelasungkawa atas duka yang dirasakan korban dan keluarga. Sedangkan, Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, mengaku "terkejut dengan kecelakaan mengerikan itu".
Pengakuan Saksi Mata Kecelakaan Kereta Kabel
Rekaman yang dibagikan secara luas di media sosial menunjukkan gerbong kereta berwarna kuning cerah itu terbalik dan hampir hancur total. Orang-orang terlihat berlarian meninggalkan area tersebut dengan berjalan kaki ketika asap mengepul di udara.
Seorang saksi mata mengatakan kepada surat kabar Portugal, Observador, bahwa kereta itu "tidak terkendali, tanpa rem".
"Kami semua mulai berlarian karena kami pikir [kereta itu] akan menabrak kereta di bawahnya," kata Teresa d'Avó. "Namun, kereta itu jatuh di tikungan dan menabrak sebuah gedung."
Saksi mata lainnya mengatakan kepada saluran TV Portugal, SIC, bahwa kereta funikular itu menabrak sebuah gedung saat melaju di jalan curam "dengan kecepatan penuh".
"Kendaraan itu menabrak sebuah gedung dengan kekuatan yang dahsyat dan runtuh seperti kotak kardus; kereta itu tidak memiliki rem," kata perempuan itu.
Penyebab Insiden Masih Diusut
Pihak berwenang Lisbon mengatakan masih terlalu dini untuk menentukan penyebab insiden ini. Namun, Observador melaporkan bahwa sebuah kabel terlepas di sepanjang jalur kereta api, menyebabkannya gerbong itu kehilangan kendali dan bertabrakan dengan sebuah gedung di dekatnya.
Perusahaan transportasi yang mengoperasikan kereta kabel, Carris, mengatakan telah membuka penyelidikan, menambahkan bahwa "semua protokol pemeliharaan" telah dipatuhi.
Kereta funikular adalah jenis sistem kereta api yang memungkinkan perjalanan naik dan turun lereng curam. Dua gerbong pada kereta funikular Gloria ditenagai oleh motor listrik. Keduanya terpasang pada ujung kabel pengangkut yang berlawanan, yang berarti saat salah satu gerbong menuruni bukit, bobotnya mengangkat gerbong lainnya, memungkinkan keduanya naik dan turun secara bersamaan.
Ikon Wisata Lisboa
Kereta funikular Gloria adalah salah satu objek wisata paling terkenal di Lisboa. Kereta kabel itu, termasuk kereta kabel lainnya, digunakan warga Lisboa sehari-hari, tetapi juga kerap dinaiki wisatawan terutama di akhir musim panas yang ramai.
Layanan kereta ini mulai beroperasi pada 1885 dan dialiri listrik tiga dekade kemudian. Kendaraan kuning ikonis ini merupakan bagian penting dari kota berbukit seperti Lisboa. Mereka berkelok-kelok di banyak jalan berbatu.
Kereta kabel yang tergelincir itu biasanya menempuh jarak sekitar 275 m (900 kaki) dari Restauradores, sebuah alun-alun di pusat kota Lisbon, hingga ke jalanan berbatu yang indah di daerah bernama Bairro Alto—atau kawasan elit—hanya dalam waktu tiga menit.