Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memastikan layanan e-channel Byond by BSI kini sudah kembali normal setelah sempat mengalami gangguan selama lebih dari satu hari.
Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar, menjelaskan bahwa aplikasi Byond mulai beroperasi kembali secara bertahap sejak Selasa (2/9/2025) malam dan sepenuhnya stabil pada Rabu pagi (3/9/2025).
Advertisement
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan nasabah yang bertransaksi melalui aplikasi Byond,” ujar Wisnu dikutip dari Antara, Rabu (3/9/2025).
Dengan pemulihan layanan ini, nasabah dapat kembali menggunakan aplikasi Byond untuk berbagai transaksi, mulai dari tarik tunai, pembayaran, pembukaan rekening, hingga layanan perbankan lainnya. Selain itu, BSI juga menyediakan alternatif transaksi melalui BSI Mobile, ATM BSI, BSI Netbanking, maupun jaringan cabang terdekat.
Sejak diluncurkan pada November 2024, pengguna terdaftar aplikasi Byond telah mencapai 8,9 juta orang. Wisnu menyampaikan apresiasi atas kepercayaan nasabah, sekaligus menegaskan komitmen BSI dalam memperkuat kualitas layanan teknologi perbankan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kesetiaan nasabah. Sejalan dengan itu, kami akan terus meningkatkan kualitas layanan teknologi dengan fokus pada IT security, IT capacity, serta IT compliance and governance,” kata Wisnu.
Optimalisasi Sistem
BSI juga mengingatkan nasabah untuk menjaga kerahasiaan PIN dan data pribadi serta waspada terhadap informasi palsu yang mengatasnamakan BSI, misalnya mengenai perubahan tarif melalui pesan WhatsApp pribadi.
Sebelumnya, pada Senin (1/9/2025), banyak nasabah mengeluhkan gangguan Byond. Super apps tersebut tidak bisa diakses dan hanya menampilkan pemberitahuan pemeliharaan sistem. Keluhan ramai dibagikan di media sosial X, termasuk dari pengguna @xwolf**** yang menyebut aplikasi selalu error setiap awal bulan, dan @rifg**** yang menyoroti gangguan saat jam kerja.
Dalam pengumuman resmi di situs perusahaan, BSI menjelaskan bahwa optimalisasi sistem dilakukan karena tingginya volume transaksi pada awal bulan. Selama perbaikan, nasabah diarahkan untuk menggunakan channel alternatif seperti BSI Mobile, ATM BSI, BSI Agen, Netbanking, serta cabang BSI di seluruh Indonesia.