Wayne Rooney Ungkap Hampir Gabung Chelsea Sebelum ke Manchester United

Legenda sepak bola Inggris, Wayne Rooney, mengungkap cerita mengejutkan soal masa awal kariernya. Ia mengaku nyaris bergabung dengan Chelsea pada 2004, sebelum akhirnya memilih Manchester United sebagai pelabuhan.

oleh Ari Rachman PrayogaDiperbarui 02 September 2025, 23:57 WIB
Selebrasi striker Manchester United, Wayne Rooney setelah menjebol gawang Swansea City pada laga Liga Inggris 2015/2016 di Old Trafford Stadium, Manchester (2/1/2016). Wayne Rooney menjadi pemain MU dengan raihan gol terbanyak di bawah manajer Alex Ferguson. Sejak didatangkan dari Everton pada awal musim 2004/2005 hingga 2012/2013 ia total mencetak 141 gol dari 178 laga. Hingga meninggalkan MU pada akhir musim 2016/2017 ia total mencetak 183 gol dari 393 laga. (AFP/Oli Scarff)

Liputan6.com, Jakarta Legenda sepak bola Inggris, Wayne Rooney, mengungkap cerita mengejutkan soal masa awal kariernya. Ia mengaku nyaris bergabung dengan Chelsea pada 2004, sebelum akhirnya memilih Manchester United sebagai pelabuhan.

Rooney kala itu tampil impresif bersama Everton dan mencuri perhatian di Euro 2004. Namun, di balik layar, Everton ternyata sudah mencapai kesepakatan dengan Chelsea tanpa sepengetahuannya.

“Saya baru tahu setelah agen saya berbicara dengan Roman Abramovich. Mereka memang mau merekrut saya, tapi rencananya adalah meminjamkan saya ke Middlesbrough. Bagi saya, itu sama sekali tidak masuk akal,” ujar Rooney kepada BBC.


Cerita Rooney

Wayne Rooney. (Bastien INZAURRALDE / AFP)

Ketertarikan Chelsea disebut berkaitan dengan Steve McClaren, pelatih Boro saat itu, yang diidolakan Abramovich. Namun begitu Manchester United menunjukkan minat, Rooney mengaku tak berpikir dua kali. Ia resmi merapat ke Old Trafford pada deadline day musim panas 2004 dengan banderol £27 juta.

Menariknya, Rooney bercerita bahwa Paul Scholes turut berperan membujuknya. “Saya sedang menonton Coronation Street di rumah ketika telepon berdering. Ternyata Scholes yang menelepon, bilang: ‘Wazza, jadi nggak gabung sama kami?’ Saya benar-benar kaget waktu itu,” kenangnya.

Rooney mengaku sebenarnya Sir Alex Ferguson ingin merekrutnya setahun kemudian. Namun, tekanan dari Newcastle United yang juga mengincar membuat transfer dipercepat.

Proses kepindahannya pun penuh drama, termasuk perlawanan dari Bill Kenwright, chairman Everton saat itu, yang bahkan sempat menangis di telepon sebelum akhirnya melepas sang bintang muda.


Rooney di Manchester United

Gelandang Manchester United Cristiano Ronaldo merayakan dengan rekannya Wayne Rooney setelah mencetak gol ke gawang Portsmouth pada pertandingan Liga Inggris di Old Trafford, Manchester, Inggris, 30 Januari 2008. (AFP PHOTO/PAUL ELLIS)

Selama 13 musim di Old Trafford, Rooney menjelma menjadi ikon. Ia memenangkan lima gelar Premier League dan satu trofi Liga Champions 2008.

Meski begitu, perjalanan kariernya di United tak selalu mulus. Dua kali ia sempat nyaris hengkang, salah satunya pada 2013 ketika Chelsea kembali mencoba memboyongnya dengan tawaran uang plus Fernando Torres dan Ramires, namun ditolak manajemen Setan Merah.

Rooney akhirnya bertahan hingga 2017 sebelum pulang sebentar ke Everton, lalu merumput di MLS bersama DC United. Kariernya berakhir di Derby County pada 2021 sebelum beralih ke dunia kepelatihan. Ia sempat menangani Derby, DC United, Birmingham, hingga terakhir Plymouth yang memecatnya pada Desember lalu.

Kini, di usia 39 tahun, mantan kapten Timnas Inggris itu belum kembali ke manajemen tim dan lebih sering tampil sebagai pundit di program Match of The Day.

Sumber: BBC


Klasemen Premier League 2025/2026

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya