Harga Saham ANTM Makin Berkilau Hari Ini 2 September 2025

Harga saham ANTM masih melanjutkan kenaikan pada perdagangan saham Selasa, (2/9/2025).

oleh Agustina MelaniDiperbarui 02 September 2025, 14:45 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia menguat hampir lima persen lebih tinggi pada pembukaan 10 April 2025. (BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) masih melanjutkan kenaikan pada perdagangan saham Selasa, (2/9/2025). Kenaikan harga saham ANTM terjadi di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melonjak.

Mengutip data RTI, harga saham ANTM naik 8,44% ke posisi Rp 3.470 per saham. Harga saham ANTM dibuka naik 100 poin ke posisi Rp 3.300 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 3.200.

Harga saham ANTM berada di level tertinggi Rp 3.480 dan terendah Rp 3.290 per saham. Total frekuensi perdagangan 65.008 kali dengan volume perdagangan 3.630.113 saham. Nilai transaksi Rp 1,2 triliun.

Mengutip data stockbit, harga saham ANTM sudah melambung 127,54% sepanjang 2025. Sementara itu, pada perdagangan sesi kedua, Selasa, 2 September 2025 pukul 14.29 WIB, IHSG naik 1,16% ke posisi 7.826.  Indeks LQ45 bertambah 0,79% ke posisi 794.

Seluruh indeks saham acuan menghijau. Pada sesi kedua, IHSG berada di level tertinggi 7.842,22 dan level terendah 7.771,33. Sebanyak 592 saham menguat dan 110 saham melemah. 96 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.492.128 kali dengan volume perdagangan 26,7 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 11,1 triliun.

Pada penutupan perdagangan Senin, 1 September 2025, harga saham ANTM ditutup naik sekitar 5,26% ke posisi Rp 3.200 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 3.040 per saham.

 

Didukung Harga Emas

Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik, namun tak lama kemudian, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke level 5.130, 18. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto menuturkan, kenaikan harga saham ANTM didorong kenaikan harga emas dalam dua hari terakhir. Pada Senin, 1 September 2025, harga emas mencapai level USD 3.474,2 per troy ounce, seiring tingginya harapan penurunan Fed Fund Rate (FFR) pada September.

Berdasarkan CME FedWatch kemarin, probabilitas penurunan FFR 25bps pada 17 September sebesar 89,7%. Rilis data ekonomi Indonesia kemarin menunjukkan perkembangan positif, di mana S&P PMI manufaktur mengindikasikan terjadinya ekspansi pertama kalinya sejak April. 

“Sementara itu inflasi Indonesia Agustus cukup terkendali dan neraca perdagangan mencatatkan surplus yang lebih besar dari ekspektasi,” demikian seperti dikutip.

 

Kinerja Keuangan ANTM

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatat kinerja keuangan positif sepanjang semester I 2025. Hal itu ditunjukkan dari kenaikan pendapatan dan laba hingga Juni 2025.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu, 30 Agustus 2025, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) meraih penjualan Rp 59,01 triliun hingga Juni 2025. Penjualan itu bertambah 154,10% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 23,18 triliun.

Beban pokok penjualan naik  139,69% dari Rp 21,18 triliun menjadi Rp 50,78 triliun. Meski demikian, Perseroan mencatat laba kotor melonjak 311,16% menjadi Rp 8,23 triliun hingga Juni 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2 triliun.

Sementara itu, beban usaha Antam naik 42,74% menjadi Rp 2,10 triliun hingga semester I 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,47 triliun. Perseroan mencatat laba usaha meroket 1.052% menjadi Rp 5,13 triliun hingga Juni 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 532,32 miliar.

PT Aneka Tambang Tbk mencatat laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk naik 202,8% menjadi Rp 4,69 triliun hingga semester I 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,55 triliun.

 

Aset ANTM

Penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (4/7/2024) menunjukan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Perseroan membukukan laba per saham dasar dan dilusi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 195,43 pada semester I 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 64,52.

Sementara itu, ekuitas Perseroan naik menjadi Rp 33,70 triliun hingga Juni 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 32,19 triliun.  Liabilitas Perseroan naik menjadi Rp 14,67 triliun hingga Juni 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 12,32 triliun.

Aset Perseroan naik menjadi Rp 48,37 triliun hingga Juni 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 44,52 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas sebesar Rp 10,5 triliun hingga Juni 2025.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya