Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Buruh Said Iqbal menyebut ada oknum-okbum penyusup yang menyebabkan aksi demonstrasi berujung ricuh. Adapun Partai Buruh menggelar aksi demo di Gedung DPR/MPR pada 28 Agustus 2025, dan berujung ricuh.
"Ada (penumpang gelap), terasa benar," kata Said Iqbal di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (1/9/2025).
Advertisement
Dia mengaku sudah memerintahkan para buruh bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat untuk mengamankan aset-aset negara agar tak dirusak atau dikabar oleh massa.
Terlebih, aset-aset seperti fasilitas umum yang dibakar massa berasal dari uang rakyat.
"Kalau memang masalahnya di pejabat, apakah di pemerintahan maupun DPR itu yang dihukum, bukan menghancurkan. Dan selalu kan tim pembakar itu sekitar 100 orang kan. Kira-kira itu yang harus kita deteksi," jelasnya.
Hal yang sama juga disampaikan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea. Dia juga merasa aksi demo yang ricuh beberapa hari terakhir ini ditunggangi oleh oknum-oknum karena gerakannya sporadis
"Keliatannya seperti itu karena sangat sporadis," ujarnya.
Minta Buruh Tahan Gelar Aksi Sampai Suasana Kondusif
Andi Gani menyampaikan jutaan buruh saat ini sedang dalam siaga 1, khususnya yang berada di kawasan industri. Andi Gani menegaskan buruh akan mengambil tindakan apabila kawasan industri diganggu para perusuh.
"Kami tidak akan tinggal diam apaabila wilayah industri di mana buruh bekerja diganggu. Itu saya tegaskan kepada perusuh yang akan ganggu," tuturnya.
"Semua buruh, saya imbau dari KSPSI sebagai konfederasi buruh terbesar, tunggu instruksi presiden KSPSI hindari wilayah yang sangat berbahaya dan tetap taat pada komando," sambung Andi Gani.
Dia menyebut hingga kini para buruh belum berencana untuk kembali melakukan aksi unjuk rasa. Andi Gani telah meminta buruh untuk menahan diri turun ke jalan dan menjaga situasi tetap kondusif.
"Kami ingin menjaga kondusivitas damai, tetapi kami ingin bicara dengan Presiden langsung mengenai Satgas PHK, Dewan Kesejahteraan Buruh dan Nasional dan kelangkaan gas industri yang tiba-tiba terjadi di beberapa kawasan industri-industri," pungkas Andi Gani.