Pesawat Presiden Uni Eropa Ursula von der Leyen Alami Gangguan GPS, Rusia Dituding Terlibat

Apa respons Rusia usai dituduh telah mengganggu sinyal GPS pesawat yang ditumpangi Ursula von der Leyen?

oleh Teddy Tri Setio BertyDiperbarui 01 September 2025, 20:22 WIB
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. (Dok. AFP)

Liputan6.com, Sofia - Sistem navigasi pesawat yang membawa Presiden Uni Eropa (UE) Ursula von der Leyen, mengalami gangguan saat mendekati wilayah Bulgaria selatan.

Gangguan ini diduga kuat berasal dari intervensi Rusia, menurut pernyataan resmi dari UE, dikutip dari laman BBC, Senin (1/9/2025).

Juru Bicara Uni Eropa menyampaikan bahwa “pengacauan sinyal GPS” terjadi sesaat sebelum von der Leyen mendarat. Meskipun demikian, pesawat tetap mendarat dengan selamat.

“Kami menerima informasi dari otoritas Bulgaria yang mencurigai adanya campur tangan terang-terangan dari Rusia,” ujar juru bicara tersebut.

Mengutip sumber anonim, harian Financial Times melaporkan bahwa pesawat terpaksa mendarat di Bandara Plovdiv dengan bantuan peta kertas karena sistem navigasi digital tidak berfungsi.

Komisi Eropa menegaskan bahwa “ancaman dan intimidasi” merupakan bagian dari aksi bermusuhan Rusia yang terus berulang, dan insiden ini semakin memperkuat tekad Uni Eropa untuk meningkatkan kemampuan pertahanan dan dukungan terhadap Ukraina.

Pemerintah Bulgaria pun mengonfirmasi bahwa sinyal satelit yang biasa mengirimkan data navigasi GPS ke pesawat telah “dinetralisasi” selama penerbangan berlangsung.

Sebagai tindakan darurat, layanan pengatur lalu lintas udara segera menyediakan metode pendaratan alternatif menggunakan sistem navigasi berbasis darat.

 

Respons Rusia

Ilustrasi bendera Rusia (pixabay)

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, membantah tuduhan tersebut kepada Financial Times, menyebut informasi yang beredar “tidak benar”.

Namun, Otoritas Layanan Lalu Lintas Udara Bulgaria menyatakan kepada media bahwa sejak Januari 2022 telah terjadi “peningkatan signifikan” dalam gangguan sistem navigasi di wilayah tersebut.

Para pakar keamanan penerbangan telah lama memperingatkan soal meningkatnya gangguan terhadap sistem navigasi satelit, yang berdampak pada ribuan penerbangan sipil. Cyrille Rosay, pakar senior keamanan siber dari Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA), menyebutkan kepada BBC bahwa gangguan seperti ini semakin sering terjadi sejak invasi penuh Rusia ke Ukraina dimulai.

Moskow secara konsisten membantah bahwa pihaknya telah mengacaukan sistem navigasi berbasis satelit, meski bukti-bukti dan laporan terus bermunculan.

Kunjungan von der Leyen ke Bulgaria merupakan bagian dari tur ke negara-negara anggota Uni Eropa di kawasan timur untuk membahas kesiapan pertahanan. Menurut pernyataan Komisi, selama tur ini ia telah “menyaksikan langsung ancaman sehari-hari yang datang dari Rusia dan para proksinya.”

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya