Buruh Turun Tangan Bersihkan Fasilitas Umum yang Rusak Imbas Demo

Buruh turun tangan membenahi fasilitas umum yang rusak pasca aksi demo.

oleh Septian DenyDiterbitkan 31 Agustus 2025, 21:30 WIB
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan sebagian gugatan permohonan Partai Buruh dan pemohon lainnya terkait Undang-Undang Cipta Kerja.

Liputan6.com, Jakarta Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) turun tangan membenahi fasilitas umum yang rusak pasca aksi demo di Jakarta, Minggu (31/8/2025).

Aksi gotong royong ini diinstruksikan langsung oleh Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea.

Para buruh yang berasal dari berbagai daerah di Jabodetabek tersebut tampak bahu membahu memperbaiki fasilitas publik yang terbakar dan rusak. Sejumlah buruh membawa peralatan sederhana untuk membantu proses pembersihan, hingga perbaikan ringan di lapangan.

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk nyata solidaritas buruh sekaligus kontribusi untuk bangsa.

"Buruh tidak hanya memperjuangkan hak dan kesejahteraan. Kami juga hadir untuk rakyat, terutama di saat kondisi seperti sekarang ini," kata Andi Gani, Minggu (31/8/2025).

Andi Gani menegaskan, bahwa KSPSI ingin memberikan contoh positif di tengah situasi yang sempat memanas.

"Daripada larut dalam perpecahan, kami memilih untuk turun tangan membantu. Kami ingin tunjukkan bahwa semangat gotong royong dan persatuan jauh lebih kuat daripada perbedaan," tegasnya.

 

Jaga Kondusivitas

Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), konfederasi serikat pekerja terbesar di Tanah Air, menyampaikan sikap terkait kondisi bangsa saat ini. Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengeluarkan lima instruksi penting bagi seluruh anggotanya.

Lebih jauh, Andi Gani mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga kondusivitas dan perdamaian bangsa.

Menurutnya, perbaikan fisik hanya sebagian dari upaya pemulihan, sementara yang lebih penting adalah memperbaiki semangat kebersamaan di masyarakat.

"Buruh tidak akan tinggal diam. Kami akan terus berada di garda depan untuk memastikan negeri ini tetap berdiri kokoh, adil, dan damai," pungkasny

Sementara, Wakil Presiden KSPSI Ahmad Supriadi menuturkan bahwa buruh sangat antusias terlibat dalam aksi bersih-bersih fasilitas umum ini.

"Teman-teman buruh dengan semangat datang tanpa paksaan. Mereka ingin menunjukkan kepedulian kepada masyarakat. Fasilitas umum adalah milik kita bersama, dan sudah seharusnya kita jaga serta pulihkan bersama-sama," ujarnya.

 

Serahkan Dana Solidaritas

Affan Kurniawan merupakan pengemudi ojek online yang tewas dilindas jenis Barracuda milik Satuan Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah Metro Jaya saat kericuhan di kawasan Pejompongan, Kamis (28/8/2025) malam. (Kapanlagi.com/Budy Santoso)

Selain bersih-bersih fasilitas publik, ratusan buruh KSPSI bersama para santri dari Pesantren Darussalam Bogor juga menggelar doa bersama untuk persatuan dan kedamaian Indonesia.

Sebelumnnya, pengurus KSPSI juga melakukan ziarah sekaligus takziah ke rumah Affan Kurniawan, serta menyerahkan dana solidaritas dari keluarga besar KSPSI sebesar Rp 36 juta.

KSPSI juga meminta Kapolri untuk dapat mengusut secara tuntas dan transparan peristiwa tewasnya Affan Kurniawan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya