Demo Ricuh di Berbagai Wilayah, Peradah Indonesia Minta DPR Fokus pada Kebijakan Memihak Rakyat

Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Wasekjen Peradah Indonesia) I Gede Ngurah Eka menilai, DPR menunjukkan sikap tidak berani hadapi rakyat yang menyampaikan aspirasi.

oleh Tim NewsDiperbarui 31 Agustus 2025, 15:32 WIB
Demo 28 Agustus di Gedung DPR/MPR. (Liputan6.com/Ady)

Liputan6.com, Jakarta - Gelombang demonstrasi terjadi di Jakarta dan sejumlah daerah di Indonesia. Aksi ini dipicu oleh keputusan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menaikkan gaji dan tunjangan anggotanya di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang semakin sulit.

Keputusan tersebut menuai kecaman luas dari berbagai elemen masyarakat. Di tengah sulitnya perekonomian serta tingginya harga kebutuhan, langkah DPR dinilai semakin menjauhkan diri dari realitas rakyat.

Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Wasekjen Peradah Indonesia) I Gede Ngurah Eka menilai, DPR telah gagal menjalankan tugasnya sebagai lembaga legislatif.

"Alih-alih memikirkan solusi untuk memperbaiki ekonomi rakyat, mereka sibuk memikirkan perut mereka sendiri. Ini jelas pertanda bahwa DPR telah kehilangan moral dan nuraninya sebagai wakil rakyat," ujar Eka melalui keterangan tertulis, Sabtu (29/8/2025)

Menurut dia, DPR juga menunjukkan sikap tidak berani menghadapi rakyat yang menyampaikan aspirasi.

"Anggota dewan itu hanya garang ketika pembahasan anggaran dan menghina rakyat di media, tetapi saat rakyat datang, mereka memilih kabur ke luar negeri atau diam di rumah," terang Eka.

Dia mengatakan, Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia atau Peradah Indonesia sebagai organisasi kepemudaan yang sejak berdiri berkomitmen mengawal demokrasi, mendesak agar DPR lebih fokus pada kebijakan yang berpihak kepada rakyat serta memangkas gaji dan tunjangan untuk meredam kemarahan publik.

 

DPR Harus Ambil Langkah Tegas

Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Wasekjen Peradah Indonesia) I Gede Ngurah Eka. (Ist)

Eka juga menekankan, DPR harus mengambil langkah tegas untuk menghindari aksi massa semakin meluas. Demonstrasi yang berujung ricuh merupakan konsekuensi dari sikap acuh DPR menanggapi kritik rakyat atas kebijakan mereka.

"DPR hanya dapat mengembalikan kepercayaan rakyat melalui keberanian politik, moral, dan kebijakan yang berpihak pada kepentingan publik," ucap dia.

Selain itu, Eka mengecam keras penanganan aksi oleh kepolisian yang menyebabkan seorang pengemudi ojek online (pengemudi ojol) tewas terlindas mobil rantis Brimob. Ia mendukung pemerintah melakukan penyelidikan secara transparan untuk memastikan keadilan bagi korban.

"Saya mendesak agar investigasi dilakukan secara menyeluruh dan tuntas agar kepercayaan publik terhadap kepolisian bisa pulih dengan segera," tutup Eka.

Infografis Kronologi Demo 28 Agustus 2025 Berujung Ricuh. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya