Berhenti Sok Keren, Begini Cara Elegan untuk Menonjol di Kantor

Workplace expert Henna Pryor menyarankan pekerja untuk berhenti berpura-pura keren di kantor.

oleh Satria Aji SaputraDiterbitkan 03 September 2025, 06:00 WIB
Seorang perempuan pekerja kantoran sedang memegang map dan secangkir kopi (Foto Dok: Freepik/freepik).

Liputan6.com, Jakarta - Jika ingin benar-benar menonjol di kantor, berhentilah terlalu memikirkan cara terlihat keren di depan rekan kerja, kata pakar dunia kerja Henna Pryor.

Alih-alih berusaha mengatur bagaimana orang lain memandang Anda, lebih baik fokus pada pembangunan credibility and connections (kredibilitas dan koneksi), serta memberi nilai tambah di tempat kerja. Demikian seperti dikutip dari CNBC, Rabu (3/9/2025).

Bentuknya bisa sederhana, mulai dari mencatat dalam rapat hingga membantu rekan menyiapkan presentasi, demikian disampaikan pendiri sekaligus CEO perusahaan leadership coaching Pryority Group, Henna Pryor —yang berbasis di Philadelphia.

"Peta pribadi menuju kesuksesan karier sangat bergantung pada hal-hal yang membuat Anda bersemangat, pada kekuatan alami yang Anda miliki,” ujar Pryor.

Khususnya bagi pekerja muda, sering kali ada kecenderungan meniru rekan populer atau tokoh LinkedIn yang unggahannya mendapat banyak likes. Namun, menurut Pryor, karier dan pengaruh akan lebih cepat berkembang jika waktu tersebut digunakan untuk membangun relasi dan memperkuat kemampuan diri.

"Kalau Anda terlalu terpaku pada seseorang yang dijadikan panutan, lalu mencoba meniru cara mereka sampai di posisi itu, hasilnya hanya bisa membawa Anda sejauh itu saja," tegasnya.

"(Ikuti minat dan kekuatan Anda), bukan mengikuti jejak yang ditentukan oleh target ‘keren’ yang terus berubah.”

Berpura-pura Keren Bisa Jadi Masalah Lain

Ilustrasi orang dari berbagai generasi bekerja di satu kantor (Foto: AI)

Pryor juga menekankan, berpura-pura keren justru bisa menjadi masalah lain: itu tidak selalu membuktikan Anda adalah karyawan yang kompeten dan mudah diajak bekerja sama.

Penelitian pemasaran pada Juni 2025 menunjukkan "orang baik" umumnya dipersepsikan lebih tenang, lebih teliti, lebih mudah bergaul, dan lebih percaya diri dibandingkan dengan “orang keren.”

Cara terbaik membangun hubungan dengan rekan kerja, kata Pryor, adalah dengan bersikap autentikjadi diri sendiri tanpa khawatir penilaian orang lain, serta berani meminta bantuan ketika diperlukan. Meminta bantuan atau pertolongan dari rekan kerja bisa menjadi ice breaker yang membuka pintu kolaborasi.

 

Gali Pendapat Rekan Kerja

Ilustrasi semangat, motivasi, inspirasi, kerja di kantor. (Photo by krakenimages on Unsplash)

Menggali pendapat rekan kerja juga memberi sinyal Anda ingin belajar dari mereka sekaligus membangun kepercayaan, ujar pakar komunikasi, Matt Abrahams, kepada CNBC Make It pada September 2024.

“Setiap kali Anda mendengarkan, Anda sedang memberi keuntungan pada diri sendiri. Anda menunjukkan pada orang lain bahwa Anda hadir di sana,” kata Dosen di Stanford University, Abrahams.

Dengan begitu, pertanyaan yang Anda ajukan akan lebih terasa sebagai “undangan untuk berkolaborasi, dan menyelesaikan masalah secara bersama-sama, yang mana dapat memperkuat hubungan jangka panjang.”

 

 

 

Manfaatkan Peluang Kecil

Ilustrasi bekerja, bercanda bersama teman di kantor. (Photo by CoWomen on Unsplash)

Bila meminta bantuan untuk proyek besar terasa terlalu berat, Pryor menyarankan memanfaatkan peluang  kecil, entah di lift atau lewat pesan suara di Slack,  untuk membangun hubungan baik dengan rekan-rekan kerja.

Ironisnya, menaruh perhatian lebih pada orang-orang di sekitar Anda serta kualitas pekerjaan, justru bisa membuat Anda terlihat lebih keren tanpa perlu berusaha keras.

Pryor menyampaikan, garis antara terlihat norak dan terlihat keren terletak pada sikap kepemilikan. "Tidak peduli apakah orang lain menyetujui pilihan Anda atau tidak," ujar dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya