Liputan6.com, Jakarta - Ribuan pengemudi ojek online (Ojol) melakukan unjuk rasa ke Mako Brimob di Kwitang, Jakarta, Jumat (29/8/2025). Massa sempat melempari batu dan menembakkan petasan ke petugas yang berjaga di depan pintu gerbang.
Pantauan Liputan6.com, aksi saling dorong terjadi antara massa dan petugas Polri dan TNI yang berjaga. Tak lama berselang, ada sejumlah massa yang melempari petugas dengan batu.
Advertisement
Ternyata tidak cuma batu, petugas juga dilempari botol dan ditembakkan kembang api oleh sejumlah aksi unjuk rasa.
Petugas yang memblokade di depan pintu masuk sempat tak membalas. Namun setelah sekitar 30 menit, petugas akhirnya membalas serangan dengan menembakkan gas air mata.
Setelah itu, ribuan massa pun langsung kocar kacir ke arah flyover Pasar Senen. Hingga pukul 15.00 WIB, massa masih bertahan di sekitar persimpangan Senen.
Sirine Ambulans
Liputan6.com masih terus memantau kondisi para massa yang didominasi berjaket ojek online tersebut. Sirine ambulans silih berganti keluar masuk ke dalam kerumunan massa.
Belum diketahui, ada atau tidaknya aksi unjuk rasa yang terluka. Hingga Pukul 15.15 WIB, aksi demonstrasi masih terus berlangsung.
Ivan, salah seorang driver Gojek asal Cikarang, Kabupaten Bekasi mengatakan, massa berasal dari berbagai lokasi.
Mulai dari iring-iringan pemakaman pengemudi online Affan Kurniawan korban rantis Brimob di Pejompongan, hingga kelompok mitra driver ojol lain.
"Ada juga yang dari Otista (Jakarta Timur), Kelapa Dua (Depok) juga," kata Ivan yang turut ikut dalam rombongan, saat berbincang dengan Liputan6.com.
Mereka berkumpul di Mako Brimob Kwitang karena hendak menuntut kematiaan Affan Kurniawan yang Tewas dilindas kendaraan rantis Brimob pada kericuhan demo di DPR, Kamis (28/8/2025).