Liputan6.com, Sukabumi - Pasca meninggalnya Raya, bocah tiga tahun yang terinfeksi cacingan akut di tubuh hingga otak, Pemerintah Desa Cianaga Kecamatan Kabandungan Kabupaten Sukabumi memastikan penanganan khusus untuk kakak almarhumah, Risna (7).
Saat ini, hak asuh Risna diserahkan kepada neneknya demi menjamin kesehatan dan kehidupannya yang lebih baik.
Advertisement
Kepala Desa Cianaga, Wardi Sutandi, menjelaskan bahwa penyerahan hak asuh ini adalah langkah penting untuk memastikan Risna mendapatkan bimbingan dan pengawasan yang optimal.
"Saya khawatir jika hak asuhnya diserahkan kembali ke kedua orang tuanya. Makanya, nanti akan saya serahkan kepada neneknya, dan Insya Allah untuk desa akan membantu apapun program dari pemerintah yang harus disalurkan," ujar Wardi, Jumat (22/8/2025).
Wardi memastikan, meskipun tidak lagi dalam pengasuhan orang tuanya, Risna tetap aktif dalam program kesehatan, seperti pemeriksaan rutin di Posyandu setiap bulan dan menerima Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
"Risna, kakaknya Raya, aktif ke Posyandu setiap bulannya. Pemeriksaan kesehatan dan PMT juga sudah ia terima," tambahnya.
Ia menegaskan bahwa desa akan memprioritaskan bantuan untuk keluarga Risna agar kehidupan mereka bisa meningkat, sehingga kejadian tragis yang menimpa Raya tidak terulang lagi.
Pencairan Anggaran Desa Tertunda
Terkait penundaan anggaran untuk Desa Cianaga oleh pemerintah provinsi, Wardi melihatnya sebagai bentuk perhatian, bukan ancaman.
"Kalau menurut pribadi saya, itu bukan ancaman, melainkan untuk meningkatkan perhatian kita ke depan," kata Wardi.
Menurut Wardi, maju mundurnya sebuah desa bergantung pada bantuan pemerintah. Namun, ia akan terus berupaya melaksanakan pembangunan sebagai amanah yang diberikan kepadanya, sambil menunggu kebijakan dari pemerintah provinsi.
Ia menambahkan, saat kedua orang tua Raya sudah mendapat perawatan medis di rumah sakit wilayah Bandung yang ditangani oleh pemerintah Provinsi Jabar.