Ikuti Wall Street, Bursa Saham Asia Bervariasi Imbas Koreksi Saham Teknologi

Bursa saham Asia Pasifik bervariasi pada perdagangan Kamis, (21/8/2205). Hal ini mengikuti pergerakan wall street.

oleh Agustina MelaniDiperbarui 21 Agustus 2025, 08:41 WIB
Seorang pria melihat layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia-Pasifik sebagian besar menguat pada perdagangan Kami,s (21/8/2025). Penguatan bursa saham Asia Pasifik di tengah investor menilai penurunan beruntun empat hari S&P 500, yang dipimpin oleh penurunan saham-saham teknologi.

Investor di kawasan ini sedang menunggu rilis indeks manajer pembelian (PMI) HSBC Composite India untuk Agustus, yang memberikan gambaran awal kinerja ekonomi sektor swasta, yang diperkirakan akan dirilis hari ini. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan angkanya akan mencapai 60,5, dibandingkan dengan 61,1 pada bulan sebelumnya. Demikian mengutip CNBC, Kamis pekan ini.

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,37%, dipimpin oleh penurunan saham Daiichi Sankyo, SoftBank Group, dan Eisai. Namun, kenaikan yang kuat terlihat pada Mitsui Mining and Smelting, yang naik 10,23% dan Advantest, yang naik 4,46%.

Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas turun 0,53%. Di Korea Selatan, indeks Kospi naik 1,01%, sementara indeks Kosdaq berkapitalisasi kecil naik 0,88%.

Indeks acuan S&P/ASX 200 Australia naik 0,56%, setelah mencapai rekor tertinggi intraday di 8.973 pada awal sesi.

Indeks Hang Seng Hong Kong diperkirakan akan dibuka datar dengan kontrak berjangka yang terkait dengan indeks di 25.168, dibandingkan dengan penutupan terakhir HSI di 25.165,94.

Kinerja Wall Street

Ilustrasi wall street (Photo by Robb Miller on Unsplash)

Kontrak berjangka ekuitas AS sedikit berubah pada awal sesi Asia. Semalam di Amerika Serikat, dua dari tiga indeks acuan utama mengakhiri sesi dengan penurunan karena saham teknologi menyeret pasar lebih rendah.

Indeks S&P 500 pasar luas melemah 0,24% dan ditutup pada 6.395,78, sementara Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi melemah 0,67% dan ditutup pada 21.172,86. Hari Rabu menandai hari keempat kerugian bagi S&P 500 dan sesi negatif kedua bagi Nasdaq.

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average naik 16,04 poin, atau 0,04%, dan ditutup di level 44.938,31.

Penutupan IHSG pada 20 Agustus 2025

Layar grafik pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik, namun tak lama kemudian, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke level 5.130, 18. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melambung signifikan pada perdagangan saham Rabu (20/8/2025). IHSG hari ini melesat usai Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan dan transaksi harian saham mencapai Rp 20 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 1,03% ke posisi 7.943,82. Indeks LQ45 bertambah 1,44% ke posisi 826,95. Seluruh indeks saham acuan menghijau.

Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.952,34 dan level terendah 7.863,86. Sebanyak 428 saham menguat sehingga angkat IHSG. 230 saham melemah dan 148 saham diam di tempat.

 

Sektor Saham

Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpampang di Jakarta, Kamis (10/10/2019). Dari 10 sektor pembentuk IHSG, lima sektor saham berada di zona merah. Pelemahan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Total frekuensi perdagangan 2.328.405 kali dengan volume perdagangan 41 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 20,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.255.

Seluruh sektor saham menghijau. Sektor saham properti bertambah 2,56%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi naik 0,55%, sektor saham basic mendaki 1,83%, sektor saham industri bertambah 1,03%.

Sektor saham consumer nonsiklikal menanjak 1,63%, sektor saham consumer siklikal mendaki 0,62%, sektor saham kesehatan menguat 0,23%. Selain itu, sektor saham keuangan melesat 1,18%, sektor saham teknologi mendaki 0,57%, sektor saham infrastruktur menanjak 0,33% dan sektor saham transportasi melesat 0,56%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya