Liputan6.com, Jakarta Perjalanan karier Tawanwad Wanavit atau TangBadVoice dalam dunia musik bisa dibilang sungguh unik. Berawal dari terjun ke dunia street photography, dan berlanjut ke sinematoografi, ia kini juga menulis bait-bait rap yang penuh kritik sosial.
Kini, ia bahkan terpilih oleh Apple untuk ambil bagian dalam kampanye Here’s to the Dreamers yang menyoroti talenta yang bersinar di wilayah Asia Tenggara. Selain TangBadVoice yang mewakili Thailand, ada juga Joy Ngiaw dari Malaysia, Kuok Meng Ru, Duy Nguyễn, dan Hindia yang membawa nama Indonesia.
Advertisement
Tema kampanye yang digelar untuk ketiga kalinya ini, adalah Dream Beyond.
“Merupakan suatu kehormatan bisa menjadi bagian dari kampanye ini, aku tidak pernah sebahagia ini. Bagiku, tema ‘Dream Beyond’ ini tidak harus berarti sesuatu yang besar, tetapi tentang menjelajahi tempat-tempat yang membuat Anda penasaran dan berani untuk dijelajahi,” tutur TangBadVoice dalam wawancara dengan Liputan6.com via email yang difasilitasi Apple Indonesia baru-baru ini.
Ia bahkan berbagi satu pembelajaran untuk dreamers, alias para pemimpi. “Saranku untuk para pemimpi muda adalah: Terimalah kesalahan, karena kesalahan akan membawa Anda ke tempat-tempat yang tidak terpikirkan karena tidak terduga,” kata dia.
Gabungkan Kritik dan Musik
Karya musik maupun konten digital TangBadVoice punya ciri khas serupa, yaitu kritik sosial yang satir dan tajam. Hal ini lahir begitu ia mengekspresikan diri secara jujur dan terbuka—termasuk soal ketidakdewasaan diri.
“Kurasa banyak orang bakal menganggap bahwa hal-hal yang coba kulakukan sebagai kekanak-kanakan dan tak dewasa. Tapi aku tak menyalahkan mereka. Pertama kali aku mencoba menggabungkan kritik dengan musik; aku cuma coba-coba, dan sejujurnya aku merasa membuat hal-hal yang terasa sangat gila dan aneh, sangat menyenangkan,” kata sinematografer serial Thailan Gelboys yang seluruhnya dibuat lewat iPhone ini.
Rilis Musik yang Menyenangkan Diri Sendiri
TangBadVoice mengaku ia pun pernah kecewa dengan karya-karyanya. Tapi hal ini justru terjadi saat ia tak jujur dengan dirinya sendiri.
“Ada ratusan lagu yang kucoba ciptakan untuk menyenangkan orang lain, dan semuanya gagal total, jadi aku sadar bahwa satu-satunya cara aku bisa bermusik adalah dengan menyenangkan diri sendiri. Aku ingin hal ini terasa menyenangkan sepanjang prosesnya,” kata sang pelantun “Not A Rapper.”
Ia melanjutkan, “Karena itu, aku tak terlalu mengharapkan reaksi dari penonton dan senang rasanya ketika tahu bahwa ternyata mereka menyukai apa yang kusukai.”
Potensi Besar Media Sosial
Meraih popularitas di era digital, membuat TangBadVoice meyakini betul media sosial memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan. Apalagi untuk rapper independen seperti dirinya.
“Ini adalah era yang luar biasa untuk bermusik dan menjadi seniman lewat media sosial. Aku sungguh bahagia dengan apa yang kuraih saat ini, tanpa promosi atau berada di label musik yang selayaknya,” kata dia.
Ia melanjutkan, “Aku melihat banyak peluang bagi suara-suara baru untuk memperkenalkan musik mereka pada dunia.”