IHSG Dibuka Menguat ke 7.846, Cek Prediksinya Hari Ini 13 Agustus 2025

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat 54,39 poin atau 0,70 persen ke posisi 7.846,09 pada Rabu pagi.

oleh Septian DenyDiperbarui 13 Agustus 2025, 09:22 WIB
Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan bursa saham 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat 54,39 poin atau 0,70 persen ke posisi 7.846,09 pada Rabu pagi.

Dikutip dari Antara, Rabu (13/8/2025), sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 7,51 poin atau 0,91 persen ke posisi 830,77.

IHSG Diprediksi Lanjutkan Penguatan

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan Rabu (13/8/2025). IHSG hari ini akan menguji posisi 7.805-7.915.

IHSG melonjak 2,44% ke posisi 7.791 dan masih didominasi oleh volume pembelian pada perdagangan Selasa, 12 Agustus 2025.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, saat ini posisi IHSG diperkirakan berada pada bagian dari wave [v] dari wave 1 pada label hitam atau wave (v) dari wave [c] pada label merah.

“Hal tersebut berarti, IHSG masih berpeluang menguat ke rentang 7.805-7.915,” ujar dia dalam catatannya.

Ia mengatakan, IHSG akan berada di level support 7.568,7.448 dan level resistance 7.805,7.910 pada perdagangan Rabu pekan ini.

Untuk rekomendasi saham hari ini, Herditya memilih saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).

 

Rekomendasi Saham

Layar grafik pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik, namun tak lama kemudian, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke level 5.130, 18. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1. PT Alamtri Resources Tbk (ADRO) - Buy on Weakness

Saham ADRO menguat 2,76% ke 1.860 dan masih didominasi oleh volume pembelian, tetapi penguatannya masih tertahan oleh moving average (MA)20. "Selama ADRO masih mampu bergerak di atas 1.785 sebagai stoplossnya,  posisi ADRO sedang berada di awal wave (a) dari wave [iii]," ujar Herditya.

Buy on Weakness: 1.825-1.855

Target Price: 1.905, 1.985

Stoploss: below 1.800

2. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) - Buy on Weakness

Saham PGAS menguat 0,60% ke 1.680 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. "Selama PGAS masih mampu bergerak di atas 1.660 sebagai stoplossnya,  posisi PGAS diperkirakan sedang berada pada bagian awal dari wave v dari wave (iii)," kata dia.

Buy on Weakness: 1.665-1.680

Target Price: 1.710, 1.755

Stoploss: below 1.660

 

 

 

 

Rekomendasi Saham Lainnya

Pekerja duduk di depan layar grafik pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada prapembukaan perdagangan Rabu (14/10/2020), IHSG naik tipis 2,09 poin atau 0,04 persen ke level 5.134,66. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

3. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) - Spec Buy

Saham SSMS 1,09% ke 1.395 dan masih didominasi oleh volume pembelian, penguatannya pun mampu berada di atas cluster MA20 dan MA60. Herditya menuturkan, selama SSMS masih mampu berada di atas 1.335 sebagai stoplossnya,  posisi SSMS diperkirakan sedang berada di awal wave (c) dari wave [b].

Spec Buy: 1.360-1.395

Target Price: 1.485, 1.555

Stoploss: below 1.340

4. PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) - Buy on Weakness

Saham WIFI menguat 0,37% ke 2.710 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. "Kami perkirakan, posisi WIFI saat ini berada pada bagian dari wave (B) dari wave [B]," kata Herditya.

Buy on Weakness: 2.530-2.680

Target Price: 2.790, 2.890

Stoploss: below 2.480

 

DisclaimerSetiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya