Hujan Lebat Guyur Jakarta Pekan Ini, BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Masih Berlanjut

Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan hasil analisis terkini menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari Indeks Dipole Mode (DMI) negatif.

oleh Winda NelfiraDiperbarui 12 Agustus 2025, 18:13 WIB
Pengendara motor menggunakan jas hujan saat hujan deras mengguyur kawasan Jalan Thamrin, Jakarta, Selasa (31/5/2022). Potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Indonesia pada hari ini dipengaruhi oleh kemunculan bibit siklon tropis 92S di Samudera Hindia selatan Jawa Barat. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, hujan lebat yang melanda wilayah Jabodetabek dalam beberapa hari terakhir merupakan hasil dari interaksi kompleks sejumlah fenomena atmosfer yang terjadi secara bersamaan.

Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan hasil analisis terkini menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari Indeks Dipole Mode (DMI) negatif, aktivitas gelombang atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO), beberapa sirkulasi siklonik, serta anomali suhu muka laut yang hangat di sekitar wilayah Indonesia.

“Kombinasi faktor-faktor ini secara kolektif meningkatkan pembentukan awan hujan masif dan memicu curah hujan yang sangat tinggi di berbagai wilayah, termasuk Jabodetabek,” kata Andri kepada Liputan6.com, Selasa (12/8/2025).

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer tersebut, BMKG pun telah mengeluarkan peringatan dini sejak 11 Agustus 2025. Peringatan ini menyoroti mengenai potensi meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan genangan air akibat cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan di berbagai wilayah Indonesia.

 

Statsus Siaga

Sejumlah kendaraan melintas saat hujan di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (18/2/2022). BMKG mengungkapkan potensi curah hujan meningkat dan cuaca ekstrem sepanjang 17-23 Februari 2022. Sejumlah wilayah diminta waspada dampak yang terjadi dari cuaca buruk. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Khusus untuk DKI Jakarta, BMKG menetapkan status Siaga pada Selasa (12/8) terkait potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang. Potensi ini diperkirakan menurun menjadi status waspada pada Rabu 13 Agustus 2025.

“Prospek cuaca ke depan menunjukkan bahwa memasuki periode 14 hingga 16 Agustus 2025, intensitas hujan di DKI Jakarta dan sekitarnya diprediksi akan terus menurun, meskipun potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih tetap ada,” jelas Andri.

Kendati fokus utama peringatan dini tertuju pada wilayah Jabodetabek, BMKG tetap mengimbau wilayah lain di Indonesia termasuk Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Bengkulu, dan Jawa Barat untuk meningkatkan kewaspadaan karena juga berpotensi berada pada status siaga hingga esok hari.

“Mohon untuk senantiasa memantau informasi cuaca terkini melalui kanal-kanal resmi BMKG,” ujarnya.

Infografis Habis Hujan Deras Terbitlah Banjir Jakarta (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya