Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa Rusia dan Ukraina harus melakukan pertukaran wilayah—yang menurutnya akan membawa dampak baik sekaligus buruk bagi kedua negara—sebagai bagian penting dari upayanya mengakhiri perang yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Pernyataan Trump pada Senin (11/8/2025), disampaikan setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan bahwa negaranya tidak akan menukar wilayah demi perdamaian.
Advertisement
Trump menuturkan bahwa Rusia juga harus melepaskan sebagian wilayah yang direbut sejak invasi awal 2022.
"Rusia telah menduduki sebagian besar wilayah Ukraina," kata Trump seperti dilansir Politico. "Mereka telah menduduki beberapa wilayah yang sangat strategis. Kami akan berupaya mendapatkan kembali sebagian wilayah itu untuk Ukraina."
Trump mengatakan bahwa pada Jumat (15/8) akan digelar "pertemuan penjajakan", di mana dia dan Vladimir Putin akan membahas peluang tercapainya perdamaian.
"Jika kesepakatan itu adil, saya akan menyampaikannya kepada para pemimpin Uni Eropa dan para pemimpin NATO, juga kepada Presiden Zelenskyy," sebut Trump.
Trump mengaku hanya akan membutuhkan waktu dua menit untuk mengukur minat Putin terhadap sebuah kesepakatan, namun dia percaya Putin tulus.
"Saya percaya (Putin) ingin mengakhirinya," ungkap Trump.
Segera setelah bertemu Putin, Trump mengatakan dia akan menelepon para pemimpin Eropa dan Zelenskyy untuk membicarakan langkah selanjutnya, seraya berjanji bahwa pertemuan berikutnya akan menghadirkan Putin, Zelenskyy, dan dirinya jika diperlukan.
"Saya akan menempatkan mereka berdua dalam satu ruangan," tutur Trump. "Saya pikir ini akan terselesaikan."
Sementara itu, Kanselir Jerman Friedrich Merz akan menggelar KTT virtual pada Rabu, yang mempertemukan Trump, Zelenskyy, dan para pemimpin Eropa untuk membahas kemungkinan perjanjian dengan Putin.
KTT virtual tersebut akan berfokus pada opsi-opsi tekanan terhadap Rusia, isu terkait wilayah Ukraina yang direbut Rusia, jaminan keamanan bagi Kyiv, serta tahapan pelaksanaan pembicaraan perdamaian yang mungkin dilakukan.