Liputan6.com, Jakarta - Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam Surakarta menganugerahkan Assalaam Award kepada tujuh alumninya yang dinilai berprestasi dan memberi kontribusi besar di berbagai bidang, pada acara Seminar Nasional dan Penganugerahan Assalaam Award di Gedung Assalaam Center, Sabtu (9/8).
Acara penganugerahan ini menjadi bagian dari rasa syukur 43 tahun pengabdian PPMI Assalaam. Mengusung tema “Pesantren, Kebangsaan & Dunia Internasional: Mewujudkan Islam Rahmatan lil ‘Alamin”, seminar ini menghadirkan pembicara nasional seperti Komaruddin Hidayat (Ketua Dewan Pers), Machasin (Ketua MUI Yogyakarta & Guru Besar UIN Sunan Kalijaga), dan Rita Pranawati (Tenaga Ahli Mendikdasmen) yang juga alumni Assalaam.
Advertisement
Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal, alumni ke-4 Assalaam, turut hadir dan memberikan keynote speech, menekankan peran penting santri dalam membangun bangsa di era global.
Pada malam penganugerahan, Assalaam Award diberikan kepada Ahmad Masrusi (alumni ke-2, mubaligh) Ipmawan Muhammad Iqbal (alumni ke-4, Rektor UNIBA), Ahmad Muttaqin (alumni ke-4, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga), Nur Edi Susilo (alumni ke-6, Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Semarang), Ryan Luqman Hakim (alumni ke-7, seniman dan fotografer), Nina Anggraeni (alumni ke-8, dokter dan dosen), serta Erna Irawati (alumni ke-8, entrepreneur).
Sekretaris PPMI Assalaam, Arkanudin Budiyanto, menegaskan bahwa penghargaan ini adalah bukti bahwa lulusan pesantren mampu berkiprah luas di berbagai sektor, dari tokoh agama, akademisi, tenaga medis, hingga seniman dan wirausahawan.
“Dengan bertemu langsung para alumni yang kini aktif di berbagai bidang, kami berharap santri semakin semangat, fokus, dan konsisten meraih mimpi mereka,” ujarnya.
Inspirasi
Menurut Ryan Luqman Hakim di depan para santri, “Assalaam Award ini bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi para santri, untuk bisa memadukan nilai-nilai keagamaan dengan profesionalisme, serta menjadikan seni sebagai media dakwah dan kontribusi bagi bangsa."