Pede, Achraf Hakimi Klaim Memang Pantas Masuk Bursa Ballon d'Or

Achraf Hakimi menegaskan musimnya layak masuk nominasi Ballon d'Or, dengan catatan gol dan kontribusi luar biasa untuk seorang bek.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 11 Agustus 2025, 13:11 WIB
Achraf Hakimi dari PSG mengangkat trofi juara Champions League usai final kontra Inter Milan di Allianz Arena, Munich, Jerman, Sabtu, 31 Mei 2025. (AP Photo/Luca Bruno)

Liputan6.com, Jakarta Persaingan meraih Ballon d’Or kembali memanas, dengan banyak pemain bersaing memperebutkan gelar individu paling bergengsi di dunia sepak bola. Salah satu nama yang ikut mencuri perhatian adalah Achraf Hakimi.

Bek sayap asal Maroko ini menutup musim lalu dengan catatan mengesankan. Dalam 55 penampilan di semua kompetisi, ia berhasil mencetak 11 gol, torehan yang jarang dimiliki pemain bertahan.

Dalam wawancara bersama Canal+, Hakimi berbicara mengenai musimnya dan peluangnya di Ballon d’Or. Ia menyebut pencapaiannya layak diperhitungkan meski posisinya adalah seorang bek.


Hakimi Bangga Masuk Perbincangan Ballon d’Or

Achraf Hakimi merupakan rekrutan anyar Paris Saint-Germain bersama Sergio Ramos pada awal musim 2021/22. Ia direkrut dari Inter Milan seharga 66,5 juta euro. Sebelum membela Nerazzurri, Hakimi merupakan pemain Real Madrid yang hanya tampil sebanyak 17 kali. (AFP/Franck Fife)

Hakimi mengaku tidak pernah membayangkan dirinya akan masuk dalam pembicaraan perebutan Ballon d’Or. “Menjadi bagian dari debat Ballon d’Or adalah mimpi yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya,” ujarnya.

Menurutnya, musim ini menjadi salah satu yang terbaik dalam kariernya. “Saya pikir saya juga pantas mendapatkannya setelah musim bersejarah yang saya jalani,” kata Hakimi.

Ia juga menyoroti perannya dalam laga-laga besar musim lalu. “Tidak banyak pemain yang mencetak gol di perempat final, semifinal, dan final, dan itu lebih sulit bagi seorang bek,” tegasnya.


Statistik yang Tak Lazim untuk Seorang Bek

Pemain PSG Achraf Hakimi merayakan gol bersama Ousmane Dembele saat final Liga Champions melawan Inter Milan di Allianz Arena, Minggu, 1 Juni 2025. (AP Photo/Matthias Schrader)

Hakimi menegaskan bahwa posisinya murni pemain bertahan. “Orang mengira saya penyerang atau gelandang, tapi tidak, saya bermain di lini belakang dengan empat bek dan harus fokus bertahan,” ujarnya.

Ia menganggap pencapaiannya musim ini tidak biasa. “Statistik yang saya raih tahun ini bukan catatan bek normal,” kata Hakimi.

Penutupnya, ia memberikan pandangan bahwa pencapaian bek seperti dirinya patut dihargai setara, bahkan lebih, dibanding penyerang.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya