Liputan6.com, Jakarta Persaingan meraih Ballon d’Or kembali memanas, dengan banyak pemain bersaing memperebutkan gelar individu paling bergengsi di dunia sepak bola. Salah satu nama yang ikut mencuri perhatian adalah Achraf Hakimi.
Bek sayap asal Maroko ini menutup musim lalu dengan catatan mengesankan. Dalam 55 penampilan di semua kompetisi, ia berhasil mencetak 11 gol, torehan yang jarang dimiliki pemain bertahan.
Advertisement
Dalam wawancara bersama Canal+, Hakimi berbicara mengenai musimnya dan peluangnya di Ballon d’Or. Ia menyebut pencapaiannya layak diperhitungkan meski posisinya adalah seorang bek.
Hakimi Bangga Masuk Perbincangan Ballon d’Or
Hakimi mengaku tidak pernah membayangkan dirinya akan masuk dalam pembicaraan perebutan Ballon d’Or. “Menjadi bagian dari debat Ballon d’Or adalah mimpi yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya,” ujarnya.
Menurutnya, musim ini menjadi salah satu yang terbaik dalam kariernya. “Saya pikir saya juga pantas mendapatkannya setelah musim bersejarah yang saya jalani,” kata Hakimi.
Ia juga menyoroti perannya dalam laga-laga besar musim lalu. “Tidak banyak pemain yang mencetak gol di perempat final, semifinal, dan final, dan itu lebih sulit bagi seorang bek,” tegasnya.
Statistik yang Tak Lazim untuk Seorang Bek
Hakimi menegaskan bahwa posisinya murni pemain bertahan. “Orang mengira saya penyerang atau gelandang, tapi tidak, saya bermain di lini belakang dengan empat bek dan harus fokus bertahan,” ujarnya.
Ia menganggap pencapaiannya musim ini tidak biasa. “Statistik yang saya raih tahun ini bukan catatan bek normal,” kata Hakimi.
Penutupnya, ia memberikan pandangan bahwa pencapaian bek seperti dirinya patut dihargai setara, bahkan lebih, dibanding penyerang.