Heat Pump Water Heater vs Pemanas Air Listrik, Mana yang Lebih Hemat & Aman?

Perbandingan antara heat pump water heater vs water heater konvensional, mulai dari fungsi, penggunaan daya listrik, harga, dan lain-lain.

oleh Gilar RamdhaniDiterbitkan 10 Agustus 2025, 17:22 WIB
Teknisi yang sedang memasang water heater. (Sumber: Freepik/@freepik edited by Canva)

Liputan6.com, Jakarta Eksistensi heat pump water heater memang cenderung baru di Indonesia. Karena itu, tidak heran jika kebanyakan orang belum familier dengannya. Dalam bahasa Indonesia, alat ini dikenal dengan nama pompa kalor.

Mayoritas orang Indonesia lebih sering menghangatkan air dengan cara manual atau memakai pemanas air konvensional. Kedua cara ini memang tidak salah, namun ada cara lain yang lebih efektif, efisien, dan hemat energi. Apa lagi jika bukan dengan heat pump.

Fungsi heat pump cukup penting untuk menambah suhu air. Bukan hanya memanaskan air dari shower saja, tapi juga memanaskan air di kolam renang. Jadi, penggunaanya lebih luas dan beragam.

Karena ada lebih dari satu pilihan, wajar jika pertanyaan soal heat pump vs water heater konvensional sering kali muncul di pikiran konsumen. Tujuannya agar tahu mana opsi yang lebih baik.

Namun, sebelum membandingkan kedua produk pemanas ini, kenali dulu definisi, fungsi dan jenis-jenisnya agar lebih familier dengannya.

Mengenal Heat Pump: Cara Kerja dan Keunggulannya

Sistem water heater di dekat wastafel. (Sumber: Freepik/@freepik edited by Canva)

Mengingat kegunaannya yang cukup signifikan, tidak sedikit orang yang penasaran soal apa itu heat pump. Singkatnya, istilah ini merujuk pada sistem pendingin dan pemanas. Fungsi utamanya adalah untuk menambah suhu dan menurunkan suhu sesuatu, biasanya berupa air, lantai, atau suhu ruangan.

Jadi, memang ada banyak jenis-jenisnya di pasaran. Bukan hanya yang berfungsi sebagai pemanas air dan heat pump kolam renang saja. Ada juga yang berfungsi sebagai air conditioner (AC) dan pemanas lantai.

Mekanisme kerjanya mirip kulkas, namun dengan cara yang sebaliknya. Jika kulkas bekerja dengan menarik sumber dingin dari dalam sistem dan menyebarkannya ke lingkungannya, alat ini menarik sumber panas yang ada di lingkungannya ke dalam sistem.

Sumber panasnya bisa berasal dari udara, tanah, atau air. Tergantung apakah jenisnya berupa air source (biasanya untuk mengatur suhu ruangan), ground source (biasanya untuk mengatur suhu lantai), atau water source (biasanya untuk mengatur suhu air).

Cara kerja heat pump juga tidak jauh berbeda, yaitu dengan mengangkut panas dari lingkungan sekitar ke dalam tangki.

Setelah panas masuk ke dalam tangki, akan terjadi proses pemanasan air oleh refrigerant. Jadi, saat air keluar, suhunya lebih panas dari yang sebelumnya.

Menariknya, proses pemanasan air dengan alat ini tidak memerlukan daya listrik tinggi seperti alat pemanas air listrik pada umumnya. Pasalnya, pompa kalor memindahkan panas dan bukan menghasilkannya sendiri.

Karena itu, alat ini bisa jadi solusi bagi yang ingin hemat energi. Jika tagihan listrik biasanya membengkak saat menggunakan pemanas air konvensional, tagihannya cenderung aman dengan pompa kalor.

Soal Harga, Mana yang Lebih Hemat?

Tumpukan uang dengan berbagai mata uang. Sumber: Freepik/@8photo edited by Canva

Harga heat pump water heater memang lebih mahal daripada pemanas air konvensional. Misalnya seperti heat pump water heater Ariston yang harganya mulai dari Rp12 jutaan. Sedangkan Ariston water heater listrik dibandrol dengan harga mulai dari Rp1,6 jutaan.

Tapi, biaya operasionalnya akan jauh lebih murah. Pas untuk pemilik bisnis hotel, hostel, villa, dan penginapan lainnya.

Namun, penggunaannya di rumah pribadi juga tetap ideal. Terutama karena ada dua pilihan jenis heat pump, yaitu sistem yang mandiri dan terpisah.

Sistem mandiri adalah sistem yang sudah dilengkapi dengan tangki penyimpanan air dan elemen pemanas cadangan sendiri. Sedangkan sistem terpisah adalah pompa kalor yang bisa diinstal di sistem pemanas air konvensional yang sudah terpasang di rumah.

Heat Pump Water Heater Vs Pemanas Air Konvensional

Handuk di atas water heater. Sumber: Freepik/@freepik edited by Canva

Gambaran umum soal perbedaan pompa kalor dan pemanas air konvensional sebenarnya sudah ada di atas. Namun, agar lebih jelas, berikut detail perbandingannya!

Foto dok. Liputan6.com

Jadi, berdasarkan perbandingan di atas, heat pump punya lebih banyak keunggulan daripada water heater listrik (konvensional). Terutama bagi yang ingin hemat biaya listrik dan opsi yang lebih ramah lingkungan.

Jika Anda sedang mencari solusi pemanas air yang lebih aman dan hemat energi, heat pump water heater dari Ariston bisa jadi pilihan yang tepat. Jangan ragu untuk konsultasikan kebutuhan Anda sekarang juga!

 

(*)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya