Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) melemah hingga sesi pertama perdagangan saham Jumat (8/8/2025). Koreksi saham COIN terjadi setelah menguat signifikan.
Mengutip data RTI, harga saham COIN ditutup melemah 2,39% ke posisi Rp 1.835 per saham pada sesi pertama. Harga saham COIN dibuka melonjak 310 poin ke posisi Rp 2.190 per saham. Harga saham COIN berada di level tertinggi Rp 2.290 dan terendah Rp 1.600 per saham. Total frekuensi perdagangan 99.893 kali dengan volume perdagangan 3.831.156 saham. Nilai transaksi Rp 716,3 miliar.
Advertisement
Pada perdagangan Kamis, 7 Agustus 2025, ditutup naik 24,50% ke posisi Rp 1.880 per saham. Harga saham COIN dibuka naik 70 poin ke posisi Rp 1.580 per saham. Harga saham COIN berada di level tertinggi Rp 1.885 dan terendah Rp 1.580 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 106.354 kali dengan volume perdagangan 4.368.992 saham. Nilai transaksi Rp 798,5 miliar. Seiring kenaikan itu mendorong saham COIN masuk top gainers pada Kamis pekan ini.
Sementara itu, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,78% ke posisi 7.548,72 pada sesi pertama Jumat pekan ini. Indeks LQ45 bertambah 0,21% ke posisi 797,24. Indeks saham acuan cenderung bervariasi.
Pada Jumat pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.648,90 dan level terendah 7.516,97. 360 saham melemah tetapi IHSG masih bertahan di zona hijau. 223 saham mengaut dan 208 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan 1.179.390 kali dengan volume perdagangan 18,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 11,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.277.
Kinerja Semester I 2025
Sebelumnya, PT Indokripto Koin Semesta Tbk, emiten yang melakukan Initial Public Offering (IPO) di BEI pada 9 Juli 2025 dan tercatat dengan kode emiten COIN, melaporkan kinerja keuangan dan operasional semester pertama 2025 dengan EBITDA mencapai sebesar Rp 56,9 miliar dan laba bersih sebesar Rp 25,6 miliar.
Pencapaian EBITDA yang solid mencerminkan kinerja operasional yang kuat pada COIN. Direktur Utama COIN, Ade Wahyu mengungkapkan performa kinerja Perseroan tidak terlepas dari COIN yang sudah sepenuhnya beroperasi pada tahun ini.
Selain itu, pada periode tersebut, COIN melalui anak usahanya, yakni PT Central Finansial X (CFX) selaku bursa aset kripto juga secara bertahap terus melakukan onboarding para Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) sebagai anggota Bursa CFX yang turut berkontribusi pada peningkatan kinerja.
"Pencapaian ini menandai rampungnya fase konsolidasi dan transformasi kami. Kinerja perseroan pada periode Januari hingga Juni 2025 adalah cerminan dari model bisnis portofolio kami yang sepenuhnya mendukung ekosistem kripto dan kini telah beroperasi secara penuh dan efisien. Bahkan pendapatan COIN pada semester pertama tahun ini telah melampaui pendapatan sepanjang 2024,” jelas Ade dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (5/8/2025)
Perkuat Portofolio Usaha
Ade menambahkan, Perseroan akan terus memperkuat portofolio usaha dan terus berupaya menangkap peluang baru untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Perseroan juga berkomitmen untuk selalu mendukung kegiatan operasional kedua anak usahanya, yakni Bursa CFX dan Lembaga Kustodian ICC agar tetap mengedepankan transparansi, inovasi, dan berpegang pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Perseroan juga mencatat pendapatan sebesar Rp 113,15 miliar, atau naik 187 kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Tidak hanya dari sisi pendapatan, Perseroan berhasil mengurangi liabilitas jangka pendek secara drastis dari Rp 231,95 miliar pada akhir 2024 menjadi hanya Rp 60,70 miliar per 30 Juni 2025.
Sepanjang paruh pertama tahun 2025, COIN juga berhasil mengantongi arus kas bersih dari aktivitas operasi yang positif sebesar Rp 71,17 miliar.