6 Pemain yang Pernah Konflik Besar dengan Manajemen Barcelona: Ter Stegen Menyusul Messi?

Marc-Andre ter Stegen dikabarkan tengah berseteru dengan petinggi Barcelona. Situasi ini disebut membuat masa depannya di Camp Nou menjadi tanda tanya besar.

oleh Aga Deta AndityaDiperbarui 06 Agustus 2025, 12:07 WIB
Marc-Andre ter Stegen. Kiper asal Jerman berusia 30 tahun yang telah 8 musim memperkuat Barcelona ini pada musim 2021/2022 lalu total kebobolan sebanyak 57 gol dari 48 laga di semua ajang dan hanya 15 kali melakukan clean sheet. Sementara pada musim 2020/2021 lalu ia kebobolan lebih sedikit, 50 gol dari 41 laga di semua ajang dan sukses mencatat 14 kali clean sheet. Barcelona dibawanya finis di posisi kedua klasemen akhir La Liga 2021/2022 di bawah Real Madrid. (AFP/Andreas Solaro)

Liputan6.com, Jakarta Marc-Andre ter Stegen dikabarkan tengah berseteru dengan petinggi Barcelona. Situasi ini disebut membuat masa depannya di Camp Nou menjadi tanda tanya besar.

Menariknya, kasus seperti ini bukan hal baru bagi klub asal Catalunya tersebut. Hubungan panas antara pemain dengan para petinggi klub sudah beberapa kali terjadi.

Pergolakan di ruang rapat Barca kerap menjadi konsumsi media lokal. Tak jarang, konflik internal ini mencuat ke publik dengan cara yang dramatis.

Sejumlah nama besar pernah mengalami keretakan hubungan dengan manajemen Barcelona. Mulai dari persoalan kontrak hingga kebijakan transfer menjadi sumber utama gesekan.

Berikut ini enam pemain yang tercatat pernah memiliki hubungan rumit dan berujung konflik dengan jajaran direksi Barcelona.


1. Marc-Andre ter Stegen

Selebrasi kiper Barcelona, Marc-Andre ter Stegen saat menghadapi Real Madrid pada laga Liga Spanyol 2022/2023 di Camp Nou Stadium, Barcelona (19/3/2023). Marc-Andre ter Stegen didatangkan Barcelona sejak awal musim 2014/2015. Ia baru menjadi pilihan utama di posisi penjaga gawang pada musim ketiganya hingga kini dan telah memainkan 376 laga di semua ajang dengan torehan 157 kali clean sheet dan kebobolan 367 gol. (AFP/Josep Lago)

Barcelona disebut ingin melepas Marc-Andre ter Stegen demi mengurangi beban gaji klub. Kehadiran Joan Garcia dari Espanyol mempertegas sinyal bahwa posisi sang kiper tidak lagi aman.

Sebagai pemain tersisa dari skuad treble 2014/2015, Ter Stegen sudah mencatat lebih dari 400 penampilan dan meraih enam gelar liga. Namun cedera terbarunya membuat peluang hengkang pada musim panas ini semakin kecil.

Situasi makin rumit karena ia kabarnya menolak menandatangani laporan medis klub, yang membuat Barcelona tak bisa menggunakan 80 persen gajinya untuk mendaftarkan pemain baru. Klub pun sudah membuka proses disipliner dan konflik ini diprediksi bakal berlangsung panjang.


2. Samuel Eto’o

5. Samuel Eto’o – 154 gol: Satu-satunya pemain Afrika yang masuk dalam daftar pencetak gol terbanyak LaLiga. Penyerang timnas Kamerun tersebut tampil moncer bersama Barcelona. (BCWGlobal)

Kisah Samuel Eto’o di Barcelona tak hanya soal gol dan trofi, tetapi juga soal konflik di balik layar. Pep Guardiola dikabarkan ingin melepasnya pada musim panas pertamanya melatih, namun Eto’o bersikeras bertahan.

Keputusan itu sempat berbuah manis karena penyerang Kamerun tersebut menjadi kunci dalam raihan treble musim 2008/2009. Meski begitu, ia akhirnya dijual ke Inter Milan pada 2009 sebagai bagian dari pertukaran dengan Zlatan Ibrahimovic, yang justru membawa tantangan baru.

Di balik penjualan tersebut, muncul ketegangan terkait permintaan gaji serta komentar lama Eto’o yang lebih memuji Real Madrid. Ia bahkan sempat menggugat klub atas bonus yang menurutnya belum dibayar sebelum akhirnya mencabut gugatan pada 2013.

Lanjut Baca:

Transfer Neymar ke PSG senilai 222 juta euro pada 2017 menjadi momen yang mengubah wajah Barcelona. Presiden Josep Maria Bartomeu dikritik karena cara klub membelanjakan dana hasil penjualan sang superstar yang justru berujung bencana. Bartomeu terang-terangan kecewa dengan sikap Neymar selama proses kepindahan tersebut. Ia menyebut tingkah pemain asal Brasil itu tidak mencerminkan perilaku yang diharapkan dari penggawa Barcelona. Perseteruan berlanjut ke meja hukum terkait bonus loyalitas yang belum dibayar, membuat hubungan kedua belah pihak memburuk. Rumor kembalinya Neymar ke Camp Nou sempat muncul, namun tak pernah terjadi karena masalah hukum yang terus bergulir.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya