Liputan6.com, Jakarta- Pengibaran bendera bajak laut Jolly Roger dari manga dan anime One Piece viral di media sosial. Hal ini menuai beragam respons karena kehebohan ini berdekatan dengan HUT ke-80 RI pada 17 Agustus mendatang.
Akun Wakandafolk mengunggah video kompilasi berkibarnya bendera One Piece yang disukai hampir 30 ribu warganet, dan telah disaksikan sebanyak 357 ribu kali. Aksi ini menuai berbagai komentar dari partai politik hingga Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI.
Advertisement
Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya mengatakan, fenomena ini adalah bentuk ekspresi politik dari sebagian masyarakat, namun sayangnya diarahkan ke sasaran yang tidak tepat alias salah alamat.
“Ini adalah ekspresi politik yang sayangnya salah alamat. Gugatan terhadap pemerintah jangan sampai mengurangi patriotisme atau rasa cinta Tanah Air,” ujar Willy dalam keterangannya, Sabtu 2 Juli 2025.
Sementara itu, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani mengatakan, bahwa pengibaran bendera ini sebagai bentuk ekspresi kreativitas.
“Saya kira itu ekspresi kreativitas, ekspresi inovasi, dan pasti hatinya adalah merah putih, semangatnya merah putih, bentuknya adalah syukur kepada Allah, syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa Republik Indonesia sudah berumur 80 tahun, dan harapannya negeri ini akan terus abadi dan bersama-sama membentuk masyarakat adil, makmur, sejahtera,” kata Muzani di Gedung Nusantara V, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu 3 Agustus 2025.
Berikut sederet respons dari partai politik hingga MPR RI terkait pengibaran bendera One Piece:
NasDem Sebut Pengibaran Bendera One Piece Ekspresi Politik Salah Alamat
Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya, menanggapi fenomena pengibaran bendera One Piece di sejumlah daerah di Indonesia. Menurutnya, fenomena ini adalah bentuk ekspesi politik dari sebagian masyarakat yang sayangnya salah sasaran.
“Ini adalah ekspresi politik yang sayangnya salah alamat. Gugatan terhadap pemerintah jangan sampai mengurangi patriotisme atau rasa cinta Tanah Air,” ujar Willy dalam keterangannya, Sabtu 2 Juli 2025.
Willy mengatakan bahwa tindakan ini mencerminkan ketidakmampuan sebagian masyarakat dalam membedakan antara negara dan pemerintah.
“Gugatannya ditujukan terhadap pemerintah, tapi yang kena adalah negara. Ini menunjukkan kurangnya literasi sebagian anak bangsa tentang mana negara, mana pemerintah,” jelasnya.
Dia juga menjelaskan, bendera pengibaran One Piece tidak bisa dikatakan pelecehan simbol negara karena gambarnya tidak tergolong dalam bendera terlarang, seperti separatis atau negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia.
“Selama tidak melecehkan Merah Putih, misalnya menempelkan simbol One Piece di atasnya, maka itu bukan pelanggaran serius. Saya lihat juga posisinya di bawah Merah Putih,” katanya.
Gerindra Minta Setop Pengibaran Bendera One Piece
Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya meminta masyarakat tidak mengikuti tren pengibaran bendera One Piece menjelang Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-80.
Menurutnya, fenomena tersebut bisa merusak suasana khidmat dan semangat peringatan kemerdekaan Indonesia yang bersifat sakral.
“Saya minta tren pengibaran bendera One Piece dihentikan. Jangan sampai kita ikut-ikutan hal yang sebenarnya tidak ada relevansinya dengan semangat perjuangan kemerdekaan. Ini bisa mencederai nilai-nilai nasionalisme,” kata Danang dalam keterangannya, Sabtu 2 Agustus 2025.
Danang menyebut, peringatan kemerdekaan Indonesia merupakan momentum untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan dan memperkuat semangat bangsa. Jadi, simbol-simbol yang digunakan juga sepatutnya mengacu pada nilai-nilai kebangsaan.
“Mari rayakan kemerdekaan dengan cara yang pantas. Jangan asal ikut tren, apalagi yang bisa mengganggu ketertiban atau menimbulkan polemik di tengah masyarakat,” ujarnya.
Dia juga mengimbau generasi muda untuk lebih bijak dalam menyikapi budaya populer dan media sosial.
“Semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui aksi-aksi positif seperti lomba kemerdekaan, kegiatan sosial, hingga penghormatan terhadap simbol-simbol negara,” pungkasnya.
Ketua Harian Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, pengibaran bendera One Piece tersebut adalah bentuk gerakan memecah belah bangsa yang dilakukan secara sistematis.
"Iya, itu ada gerakan sistematis untuk memecah belah kesatuan bangsa," kata Dasco.
Dia menilai masih banyak pihak yang tidak ingin melihat Indonesia maju, sehingga berusaha merusak dengan cara memecah belah.
"Ya banyak juga ternyata yang tidak ingin bangsa Indonesia maju. Pada saat ini kita sedang pesat-pesatnya untuk mencapai kemajuan, dan tentunya hal ini ada yang suka, ya ada yang tidak suka," ungkapnya.
Oleh karena itu, Dasco mengajak seluruh masyarakat untuk tidak ikut terprovokasi dan melawan upaya adu domba tersebut. Termasuk soal pengibaran bendera One Piece ini.
"Imbauan saya kepada seluruh anak bangsa mari kita bersatu kita harus bersama lawan hal hal seperti itu," tegas Dasco.
Muzani Sebut Bendera One Piece Sebagai Ekspresi Kreativitas
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, menanggapi fenomena pengibaran bendera One Piece. Ia menilai, pengibaran bendera ini merupakan bentuk ekspresi kreativitas.
“Saya kira itu ekspresi kreativitas, ekspresi inovasi, dan pasti hatinya adalah merah putih, semangatnya merah putih, bentuknya adalah syukur kepada Allah, syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa Republik Indonesia sudah berumur 80 tahun, dan harapannya negeri ini akan terus abadi dan bersama-sama membentuk masyarakat adil, makmur, sejahtera,” kata Muzani di Gedung Nusantara V, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu 3 Agustus 2025.
Muzani menegaskan, peringatan hari kemerdekaan merupakan momentum penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Menurutnya, seluruh rakyat Indonesia mencintai negeri ini.
“Karena itu sebenarnya semangat untuk mengibarkan bendera merah putih menyala dan membara di seluruh hati dan sanubari bangsa Indonesia. Kami percaya bahwa seluruh rakyat Indonesia mencintai negeri ini, mencintai bangsa ini, dan mensyukuri atas kemerdekaan itu,” kata dia.
Demokrat Ajak Generasi Muda Utamakan Merah Putih
Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas/EBY), turut membagikan responsnya terkait pengibaran bendera One Piece yang viral di meida sosial jelang peringatan HUT RI ke-80. Ia mengingatkan hari kemerdekaan sebagai momentum untuk meneguhkan rasa cinta Tanah Air, mempererat persatuan bangsa, menghormati simbol negara, serta menciptakan ruang diskusi yang positif dan membangun.
“Kami memahami semangat kreativitas dan kecintaan terhadap budaya populer. Namun, kita perlu selalu mengingat bahwa Bendera Merah Putih adalah lambang persatuan dan kedaulatan bangsa Indonesia,” ungkap EBY yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI ini pada Minggu, 3 Agustus 2025.
Edhie tutu mengapresiasi antusiasme masyarakat, terutama generasi muda, dalam mengekspresikan diri dan berkreasi. Meski demikian, Ia menekankan bahwa kebebasan berekspresi tetap perlu disertai dengan rasa hormat terhadap simbol-simbol negara.
“Saya mengajak semua lapisan masyarakat untuk tetap memprioritaskan penghormatan terhadap simbol-simbol negara. Sikap ini penting agar semangat persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga, khususnya dalam momen bersejarah HUT ke-80 RI.”
Edhie Baskoro juga menyampaikan bahwa tema "Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju" pada HUT ke-80 Kemerdekaan RI tahun ini, menjadi pengingat bangsa Indonesia harus terus melangkah maju dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.
“Momentum HUT RI tidak hanya seremoni tahunan, tetapi juga mendorong semangat kolaborasi lintas generasi untuk membangun Indonesia yang lebih kuat, berdaulat, maju, dan berkelanjutan dalam menjaga lingkungan dan budaya. Dalam semangat itulah, penguatan identitas nasional melalui simbol negara seperti Bendera Merah Putih menjadi sangat penting untuk terus kita gaungkan,” ujarnya.