Phoenix Group UEA Siapkan USD 150 Juta untuk Simpanan Bitcoin

Phoenix Group dari UEA akan membeli Bitcoin senilai USD 150 juta, mengikuti jejak perusahaan besar seperti Tesla dan MicroStrategy dalam menjadikan kripto sebagai bagian dari strategi keuangan.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 01 Agustus 2025, 12:10 WIB
Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan teknologi Phoenix Group yang berbasis di Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan rencana besar: mereka akan membangun treasury Bitcoin senilai USD 150 juta. Langkah ini menjadikan Phoenix Group sebagai salah satu perusahaan publik pertama di kawasan Teluk yang serius menjadikan kripto Bitcoin sebagai bagian dari strategi keuangan mereka.

Dikutip dari coinmarketcap, Jumat (1/8/2025), sebagai perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Abu Dhabi (ADX), keputusan Phoenix Group menjadi penanda penting dalam perkembangan adopsi kripto di Timur Tengah. Ini juga menunjukkan bahwa minat terhadap Bitcoin semakin meluas di kalangan investor institusional, terutama di UEA yang kini mulai dikenal sebagai salah satu pusat kripto global.

Langkah Phoenix Group diyakini dapat mendorong perusahaan-perusahaan lain di wilayah tersebut untuk mulai mempertimbangkan investasi di aset digital. Apalagi, kekhawatiran terhadap inflasi global dan penurunan nilai mata uang fiat semakin membuat Bitcoin terlihat menarik sebagai penyimpan nilai jangka panjang.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Langkah Berani yang Bisa Jadi Contoh

Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)

Keputusan ini dinilai sangat strategis. Phoenix Group ingin memanfaatkan Bitcoin bukan hanya sebagai aset investasi, tapi juga sebagai bagian dari pengelolaan kas perusahaan. Ini mirip dengan langkah perusahaan besar dunia seperti Tesla dan MicroStrategy, yang sudah lebih dulu menyimpan sebagian besar dananya dalam bentuk Bitcoin.

Adopsi ini rencananya akan dilakukan bertahap, mengikuti kondisi pasar yang dianggap menguntungkan. Saat ini, harga Bitcoin sedang bergerak dalam fase konsolidasi, namun banyak analis memperkirakan akan terjadi kenaikan besar (bullish) pada akhir 2025.

 

Bitcoin Makin Diakui di Dunia Keuangan

Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)

Masuknya Phoenix Group ke pasar Bitcoin menambah legitimasi terhadap aset digital ini. Karena Phoenix adalah perusahaan publik, keputusan mereka mengirim sinyal kuat bahwa Bitcoin bukan lagi dianggap sekadar aset spekulatif, melainkan sudah mulai menjadi bagian dari strategi investasi utama.

Langkah ini juga memperkuat citra Bitcoin di kalangan pelaku keuangan tradisional, terutama di negara-negara dengan regulasi yang mendukung seperti UEA. Banyak pengamat memperkirakan, dalam beberapa kuartal ke depan, akan semakin banyak perusahaan di Timur Tengah mengikuti jejak Phoenix Group dalam mengalokasikan sebagian dana mereka ke Bitcoin.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya